Target Risk Reward
Apa itu Target Risk Reward?
Target Risk Reward adalah cara untuk menggambarkan hubungan antara dua level harga yang digunakan dalam order take-profit: level yang mewakili potensi kerugian (sering disebut level stop-loss) dan level yang mewakili potensi keuntungan (level take-profit). Ini biasanya dinyatakan sebagai rasio, seperti “imbalan dibandingkan dengan risiko.”
Secara sederhana, Anda memilih (1) harga di mana posisi dimaksudkan untuk ditutup jika harga bergerak melawan Anda, dan (2) harga di mana posisi dimaksudkan untuk ditutup jika harga bergerak menguntungkan Anda. Target Risk Reward menyatakan seberapa jauh level take-profit dibandingkan dengan level stop-loss, diukur dalam pergerakan harga, bukan dalam jaminan tentang uang.
Karena metrik ini didasarkan pada level yang dipilih dan pergerakan pasar tidak pasti, Target Risk Reward menggambarkan hubungan target, bukan janji hasil.
Bagaimana cara kerja Target Risk Reward?
Target Risk Reward dihitung dari jarak antara harga masuk dan dua level keluar.
Pengaturan konseptual yang umum terlihat seperti ini:
- Risiko (jarak harga): pergerakan absolut dari harga masuk ke level stop-loss.
- Imbalan (jarak harga): pergerakan absolut dari harga masuk ke level take-profit.
- Target Risk Reward (rasio): imbalan dibagi dengan risiko.
Contoh struktur (tanpa jaminan hasil):
- Jika level take-profit ditetapkan sehingga jaraknya dua kali lebih jauh dari harga masuk dibandingkan level stop-loss, rasio imbalan-terhadap-risiko adalah 2:1.
Detail penting:
- Rasio dapat dihitung menggunakan jarak harga (seberapa jauh level-level tersebut terpisah) atau, dalam beberapa implementasi, menggunakan jumlah moneter yang diturunkan dari ukuran posisi. Konsepnya tetap sama: ini membandingkan imbalan versus risiko berdasarkan level yang dipilih.
- Target Risk Reward adalah bagian dari perencanaan order take-profit karena membantu menentukan di mana level take-profit ditempatkan relatif terhadap level kerugian.
Mekanisme dalam konteks order take-profit
Order take-profit dimaksudkan untuk menutup posisi ketika harga mencapai level pengambilan keuntungan yang dipilih. Target Risk Reward mengaitkan pilihan tersebut dengan level risiko yang sesuai.
Input utama yang menentukan metrik:
- Harga masuk yang digunakan untuk perencanaan: harga referensi untuk mengukur jarak.
- Level stop-loss: referensi untuk potensi kerugian.
- Level take-profit: referensi untuk potensi keuntungan.
Operasi utama yang dapat Anda pahami tanpa bergantung pada platform tertentu:
- Pilih level stop-loss.
- Pilih level take-profit.
- Hitung rasio menggunakan jarak dari referensi harga masuk.
- Interpretasikan rasio sebagai hubungan perencanaan: jika harga mencapai level take-profit, perdagangan keluar pada level keuntungan tersebut; jika harga mencapai level stop-loss, perdagangan keluar pada level kerugian tersebut.
Keterbatasan dan risiko yang relevan
1) Rasio tidak menjamin hasil
Target Risk Reward menyatakan hubungan antara dua level, tetapi tidak mengendalikan apakah harga akan mencapai level take-profit atau level stop-loss. Pergerakan pasar tidak pasti.
2) Efek eksekusi dapat mengubah imbalan dan risiko yang terealisasi
Bahkan jika level ditetapkan, pengisian aktual dapat berbeda karena:
- Spread: perbedaan antara harga bid dan ask saat eksekusi, yang dapat memengaruhi seberapa banyak pergerakan menguntungkan atau merugikan yang dialami.
- Slippage: perbedaan antara harga pengisian yang diharapkan dan harga pengisian aktual, terutama selama perubahan harga yang cepat.
Efek-efek ini dapat membuat hubungan imbalan-terhadap-risiko yang terealisasi menyimpang dari rasio yang direncanakan.
3) Likuiditas dan volatilitas dapat memengaruhi ke mana harga bergerak selanjutnya
Dalam kondisi likuiditas yang lebih rendah, harga dapat melompat lebih jauh antar level, sehingga lebih mungkin untuk melewatkan level take-profit atau mencapai level stop-loss dengan cepat. Volatilitas yang lebih tinggi juga dapat meningkatkan kemungkinan harga bergerak melewati level yang dipilih.
Rasio Target Risk Reward yang sama karena itu bisa “terasa” berbeda di berbagai lingkungan pasar, karena jalur harga itu penting, bukan hanya jaraknya.
4) Jenis order dan detail operasional penting
Perilaku order yang berbeda (seperti bagaimana level take-profit dipicu dan bagaimana order dikelola) dapat memengaruhi apakah keluar terjadi pada saat dan harga yang dimaksudkan. Bahkan tanpa menyebutkan penyedia tertentu, gagasan umum tetap berlaku: keluar yang terealisasi bergantung pada mekanisme eksekusi order.
Cara memverifikasi secara independen pemikiran Target Risk Reward Anda
Anda dapat memverifikasi konsep ini dengan memeriksa konsistensi antara level yang direncanakan dan perhitungan rasio:
- Konfirmasi referensi harga masuk yang digunakan untuk jarak Anda.
- Konfirmasi level stop-loss dan level take-profit selaras dengan arah yang Anda inginkan.
- Hitung ulang rasio dari input yang sama dan pastikan cocok dengan angka perencanaan Anda.
Kemudian, secara terpisah, perlakukan ketidakpastian eksekusi (spread, slippage, dan waktu) sebagai alasan mengapa hasil yang terealisasi mungkin berbeda dari hubungan yang direncanakan.
Perbandingan: apa itu dan apa yang bukan
Target Risk Reward bukan:
- Jaminan keuntungan.
- Kepastian bahwa level take-profit akan tercapai.
- Pengaturan “terbaik” tunggal yang cocok untuk semua orang.
Ini adalah metrik perencanaan yang membantu menyusun seberapa jauh take-profit ditempatkan relatif terhadap stop-loss. Rasio adalah deskripsi dari level yang dipilih dalam ketidakpastian, bukan mekanisme kontrol atas pergerakan pasar di masa depan.