Apa saja keterbatasan dari Definisi Ukuran Posisi?
Apa yang dimaksud dengan definisi ukuran posisi
Definisi ukuran posisi adalah proses memilih seberapa banyak instrumen keuangan yang akan diperdagangkan berdasarkan suatu perhitungan. Dalam manajemen risiko forex, hal ini biasanya menghubungkan ukuran trading dengan anggaran risiko yang dipilih (misalnya, jumlah yang bersedia Anda rugikan) dan hubungan asumsi antara pergerakan harga dengan laba atau rugi.
Alur kerja yang umum meliputi:
- Pilih input: jumlah risiko, asumsi harga masuk, asumsi level stop (atau jarak keluar lainnya), dan detail instrumen.
- Terapkan mekanisme: konversi jarak harga yang dipilih menjadi dampak moneter yang diharapkan menggunakan spesifikasi kontrak.
- Hasilkan hasil: jumlah unit/ukuran lot yang sesuai dengan risiko yang diasumsikan.
Karena ini adalah sebuah perhitungan, kualitasnya sangat terkait dengan seberapa realistis input tersebut.
Cara kerjanya dalam praktik
Mekanismenya bisa stabil, tetapi lingkungannya tidak. Definisi ukuran posisi biasanya mengasumsikan:
- Harga masuk yang spesifik (atau bahwa harga masuk akan mendekatinya).
- Stop atau titik kerugian efektif yang spesifik.
- Hubungan kontrak yang diketahui antara perubahan harga dan nilai moneter.
Dua pendekatan umum adalah “berbasis jarak” (berdasarkan asumsi selisih antara harga masuk dan stop) dan “berbasis eksposur” (berdasarkan eksposur nosional instrumen dan anggaran risiko). Kedua pendekatan bergantung pada gagasan inti yang sama: hasil realisasi trading akan mencerminkan jalur harga yang diasumsikan cukup dekat sehingga konversi dari pergerakan harga menjadi uang menjadi akurat.
Bukti, contoh, dan di mana asumsi tersebut gagal
Pertimbangkan perhitungan berbasis jarak di mana Anda menetapkan ukuran menggunakan asumsi jarak stop. Perhitungan matematisnya mungkin benar berdasarkan asumsi tersebut, tetapi beberapa penyimpangan umum dapat membuat kerugian realisasi berbeda:
- Slippage: jika eksekusi terjadi lebih buruk dari asumsi harga masuk, jarak realisasi menjadi lebih besar.
- Spread dan biaya: biaya masuk dan keluar dapat secara efektif meningkatkan kerugian dibandingkan dengan perhitungan yang mengabaikannya.
- Ketidakpastian eksekusi stop: “level stop” dapat diperlakukan sebagai angka dalam spreadsheet, tetapi dalam eksekusi langsung, level tersebut mungkin berperilaku berbeda di bawah perubahan harga yang cepat.
Bahkan ketika metode yang sama digunakan berulang kali, definisi tersebut mungkin menjadi kurang berguna ketika kondisi pasar membuat input utama tidak dapat diandalkan. Misalnya, selama pergerakan cepat, harga masuk realisasi dan area kerugian efektif mungkin lebih sering menyimpang dari nilai yang diasumsikan.
Keterbatasan material dan pemicu risiko
-
Ketidakpastian input Definisi ukuran posisi hanya bisa seakurat asumsi jarak masuk/keluar dan parameter instrumen. Jika input tersebut tidak pasti, ukuran yang dihitung mencerminkan skenario yang salah.
-
Ketergantungan pada eksekusi dan biaya Hasil realisasi sensitif terhadap biaya (spread, komisi, biaya) dan kualitas eksekusi (slippage, pengisian parsial). Jika hal-hal ini tidak disertakan, model dapat meremehkan variabilitas hasil yang sebenarnya.
-
Kondisi yang tidak stasioner Hubungan historis (misalnya, “rezim volatilitas ini biasanya berarti pergerakan sebanyak ini”) tidak menetapkan hasil di masa depan. Kondisi pasar dapat berubah, mengurangi relevansi estimasi masa lalu yang digunakan untuk menetapkan asumsi.
-
Efek yurisdiksi dan venue Kondisi trading bervariasi menurut venue dan lingkungan regulasi, yang dapat memengaruhi cara order ditangani, biaya apa yang berlaku, dan bagaimana batasan diterapkan. Definisi ukuran posisi yang mengasumsikan satu set kondisi mungkin tidak berlaku di bawah kondisi lain.
-
Terlalu percaya diri pada presisi Ukuran lot yang dihitung dapat menciptakan rasa kepastian yang palsu. Angka tersebut terlihat objektif, tetapi bertumpu pada asumsi yang mungkin salah. Perlakukan definisi tersebut sebagai estimasi terstruktur, bukan jaminan risiko realisasi.
Verifikasi dan pertanyaan lanjutan untuk klarifikasi
Untuk memverifikasi secara independen apakah definisi ukuran posisi berguna untuk situasi Anda, periksa apakah asumsi Anda sesuai dengan konteks eksekusi:
- Apa asumsi masuk dan keluar, dan seberapa besar kemungkinan asumsi tersebut terpenuhi?
- Apakah biaya disertakan dalam perhitungan, dan apakah biaya tersebut konsisten dengan jumlah yang biasanya dibebankan oleh venue?
- Apakah spesifikasi kontrak instrumen Anda sesuai dengan yang digunakan platform Anda dalam praktik?
- Bagian mana dari estimasi yang stabil (mekanisme) versus yang bervariasi (pasar dan eksekusi)?
Jika Anda ingin konsep ini tetap akurat dalam kondisi nyata, pertanyaan berguna berikutnya adalah bagaimana asumsi Anda tentang biaya, slippage, dan perilaku stop efektif mengubah eksposur yang dihitung.