Apa Itu Contoh Perhitungan Quantitative Easing? (Dengan Asumsi)

Contoh perhitungan Quantitative Easing, asumsi, dan keterbatasannya dijelaskan.

Apa Itu Contoh Perhitungan Quantitative Easing? (Dengan Asumsi)

Jawaban langsung: apa yang ditunjukkan oleh contoh perhitungan

Contoh perhitungan quantitative easing (QE) adalah skenario yang disederhanakan dan dinyatakan secara lengkap, yang melacak apa yang dibeli bank sentral, bagaimana bank sentral membayarnya, dan bagaimana hal itu mengubah cadangan sistem perbankan serta lingkungan uang/kredit. Aritmetika hanyalah ilustrasi: hasil nyata bergantung pada perilaku pasar, aturan bank sentral, dan friksi keuangan.

Mekanisme: definisi inti dan bagaimana uang bergerak

Quantitative easing adalah ketika bank sentral membeli aset keuangan (misalnya, obligasi pemerintah atau sekuritas lain yang memenuhi syarat) dalam skala besar untuk memengaruhi kondisi keuangan yang lebih luas. Dalam pandangan neraca yang disederhanakan, bank sentral membayar pembelian tersebut dengan menciptakan uang bank sentral (sering dicatat sebagai cadangan atau saldo penyelesaian untuk bank).

Bagian-bagian yang bergerak dalam contoh perhitungan (disederhanakan):

  1. Bank sentral membeli aset dari pasar.
  2. Pembayaran adalah uang yang diciptakan: bank penjual menerima cadangan tambahan.
  3. Bank memegang lebih banyak cadangan; dalam banyak kerangka kerja, cadangan itu sendiri tidak sama dengan kapasitas pinjaman, tetapi dapat dikaitkan dengan kondisi pendanaan yang lebih mudah.
  4. Transmisi ke ekonomi yang lebih luas hanya terjadi jika perubahan kondisi keuangan mengalir ke biaya pinjaman, penawaran kredit, dan belanja.

Bukti-atau-contoh: skenario numerik yang transparan (dengan asumsi eksplisit)

Asumsikan hal berikut, murni untuk ilustrasi:

  • Sebuah bank sentral mengumumkan program QE.
  • Bank sentral membeli $100 miliar dari kategori obligasi tertentu dari investor non-bank.
  • Bank sentral membayar dengan cadangan bank sentral baru (tanpa pajak, tanpa penjualan aset sebelumnya untuk mendanai pembelian).
  • Sistem perbankan dapat mencatat semua hasil sebagai cadangan di bank tempat penjual memiliki rekening.
  • Dalam jangka pendek, bank tidak secara otomatis mengubah semua cadangan ekstra menjadi pinjaman tambahan (kami akan membahas keterbatasan ini nanti).

Aritmetika neraca yang disederhanakan langkah demi langkah

Asumsi A (ukuran): Pembelian QE = $100 miliar.

Langkah 1 — Neraca bank sentral (disederhanakan):

  • Aset bank sentral meningkat sebesar $100 miliar (aset yang dibeli).
  • Kewajiban bank sentral meningkat sebesar $100 miliar (cadangan yang diciptakan untuk membayar penjual).

Jadi, bank sentral pada akhirnya memiliki:

  • +$100 miliar dalam aset yang dibeli
  • +$100 miliar dalam cadangan/saldo penyelesaian

Langkah 2 — Cadangan sistem perbankan (disederhanakan):

  • Bank penjual menerima pembayaran $100 miliar sebagai cadangan tambahan.
  • Oleh karena itu, total cadangan dalam sistem perbankan naik sebesar $100 miliar.

Langkah 3 — Apa yang tidak diasumsikan oleh contoh ini:

  • Contoh ini tidak mengasumsikan bahwa imbal hasil obligasi turun dengan jumlah tetap.
  • Contoh ini tidak mengasumsikan bahwa pemberi pinjaman segera memperluas kredit.
  • Contoh ini tidak mengasumsikan perubahan spesifik dalam nilai tukar.

Sebagai gantinya, contoh ini menjawab pertanyaan yang lebih sempit: berapa banyak kuantitas mekanis yang diubah QE dalam kerangka kerja yang disederhanakan (cadangan dan kepemilikan aset bank sentral), dan apa yang tidak dapat disimpulkan tanpa asumsi lebih lanjut.

Keterbatasan dan risiko: di mana aritmetika bisa gagal

Keterbatasan yang material adalah bahwa transmisi QE tidak otomatis. Bahkan jika cadangan naik dengan jumlah yang diketahui, pinjaman dan belanja mungkin tidak naik secara proporsional karena faktor-faktor seperti:

  • Kendala risiko dan modal bank: bank mungkin lebih memilih penyangga likuiditas daripada pinjaman baru.
  • Ketidakpastian penyeimbangan kembali portofolio: pasar mungkin menyerap pembelian secara berbeda dari yang diharapkan.
  • Interaksi suku bunga dan kebijakan: jika suku bunga jangka pendek dan pengaturan kebijakan lainnya berubah, efek bersihnya bisa berbeda.
  • Efek harga aset dan imbal hasil ditentukan oleh pasar: harga obligasi dan imbal hasil merespons banyak pengaruh di luar ukuran pembelian.

Mode kegagalan dalam interpretasi adalah memperlakukan aritmetika neraca bank sentral sebagai prediksi hasil ekonomi. Pada kenyataannya, pembelian QE yang sama dapat menghasilkan hasil yang berbeda tergantung pada ekspektasi, struktur keuangan, dan biaya.

Verifikasi dan pertanyaan berikutnya untuk memeriksa pemahaman Anda

Untuk memverifikasi contoh perhitungan secara independen, periksa apakah skenario Anda menyatakan:

  • Aset apa yang dibeli (jenis aset dan kelayakan, setidaknya secara umum).
  • Bagaimana pembayaran dilakukan (penciptaan kewajiban/cadangan bank sentral, seperti yang diasumsikan).
  • Siapa yang menerima pembayaran (rekening perbankan penjual, seperti yang diasumsikan).
  • Hasil mana yang benar-benar dihitung (perubahan neraca) versus sekadar dihipotesiskan (efek pada pinjaman, imbal hasil, atau inflasi).

Pertanyaan berikutnya yang layak diajukan adalah: Jika cadangan naik sebesar $X, saluran eksplisit apa dalam kerangka kerja Anda yang akan menerjemahkan hal itu menjadi kondisi kredit, dan variabel apa yang akan bergerak (misalnya, biaya pendanaan atau pinjaman yang diinginkan)?

Perdagangan forex dan CFD memiliki risiko besar. Informasi FoxiForex bersifat edukatif dan bukan nasihat keuangan pribadi. Penempatan bersponsor diberi label dengan jelas.