Jawaban langsung
Likuiditas sesi dapat berubah dengan cepat selama pasar yang volatil. Pendorong yang paling umum adalah (1) price gaps yang lebih lebar ketika lebih sedikit order tersedia di dekat harga saat ini, (2) latency yang lebih tinggi sehingga order tiba lebih lambat daripada kondisi pasar yang diasumsikan saat pengiriman, (3) liquidity withdrawal ketika peserta pasar mengurangi atau menghentikan penyediaan kuotasi, dan (4) efek order handling seperti partial fills atau order yang ditolak saat kondisi menekan. Perubahan ini memengaruhi spread yang terlihat dan peluang untuk terisi pada harga yang diharapkan.
Definisi dan model sederhana likuiditas sesi
Likuiditas sesi adalah ketersediaan minat beli dan jual untuk suatu instrumen keuangan selama sesi trading tertentu. Cara sederhana untuk memikirkannya adalah sebagai “berapa banyak harga yang dapat dieksekusi yang ada di dekat tempat harga sekarang berada,” dan seberapa cepat harga-harga yang dapat dieksekusi baru muncul ketika kondisi berubah.
Di pasar yang tenang, banyak peserta bersedia untuk mengkuotasi atau menempatkan resting orders. Ini menciptakan “order book” yang padat di sekitar harga saat ini (meskipun Anda tidak dapat melihatnya secara langsung). Dalam kondisi volatil, peserta yang sama dapat menyesuaikan perilaku mereka: mereka melebarkan spread, menarik resting orders, atau menjadi kurang bersedia untuk mengkuotasi karena risiko pergerakan harga yang merugikan meningkat.
Memisahkan mekanisme yang stabil dari kondisi yang berubah membantu: mekanisme eksekusi (latency, kedatangan order, matching, dan partial fills) adalah gagasan yang stabil, sementara volatilitas dan perilaku peserta adalah variabel.
Mengapa volatilitas mengubahnya: gaps, latency, dan liquidity withdrawal
1) Gaps: lebih sedikit order terdekat, lonjakan harga yang lebih besar
Price gap adalah lonjakan pada harga yang diamati dalam waktu singkat ketika harga-harga eksekusi perantara langka. Jika volatilitas meningkat, jumlah resting orders yang dekat dengan harga saat ini dapat turun. Lalu, ketika pasar membutuhkan match segera, pasar mungkin “berjalan” ke harga-harga eksekusi berikutnya yang tersedia, yang letaknya lebih jauh, sehingga menghasilkan gap.
Implikasi material: order Anda mungkin terisi, tetapi bukan pada level harga yang Anda harapkan saat Anda mengirimkannya. Fill bisa terjadi pada level yang lebih buruk karena likuiditas terdekat yang tersedia kini berada lebih jauh.
2) Latency: order mencapai pasar lebih lambat daripada yang Anda kira
Latency adalah jeda waktu antara saat sebuah order dikirim dan saat order tersebut mencapai proses matching (secara langsung atau tidak langsung). Selama pasar yang volatil, harga dapat bergerak cepat, jadi bahkan keterlambatan kecil pun berarti.
Asumsi untuk contoh: anggap mid-price bergerak sebesar jumlah yang akan melewati beberapa level harga dalam pecahan detik. Jika order Anda tiba setelah pergerakan itu, order dievaluasi terhadap kumpulan order yang tersedia yang berbeda. Kondisi pasar pada “waktu pengiriman” bisa berbeda dari “waktu kedatangan,” sehingga mengubah probabilitas fill dan harga.
3) Liquidity withdrawal: lebih sedikit kuotasi saat risiko meningkat
Liquidity withdrawal berarti peserta mengurangi atau menghentikan penyediaan minat resting yang mendukung spread ketat dan eksekusi cepat. Ini bisa terjadi karena batasan risiko, kendala inventori, atau throttling operasional selama kondisi yang menekan.
Model sederhana: jika kedalaman kuotasi menurun pada beberapa level harga, probabilitas match segera turun. Bahkan jika kuotasi baru muncul kemudian, bisa ada jeda waktu ketika likuiditas yang dapat dieksekusi sementara menjadi tipis.
4) Order handling: partial fills dan penolakan
Bahkan tanpa “fraud” pasar atau perilaku yang tidak biasa, kondisi volatil dapat memicu hasil order handling yang berbeda. Misalnya:
- Partial fill: ukuran order Anda bisa melebihi kuantitas eksekusi yang tersedia saat matching.
- Order rejection: sebuah order dapat dibatalkan atau ditolak jika melanggar batasan yang diberlakukan oleh execution venue atau perantara (misalnya, karena kondisi yang berubah cepat).
- Slippage: harga yang dieksekusi berbeda dari referensi yang dimaksud karena matching terjadi terhadap kumpulan order pada waktu kedatangan.
Keterbatasan material: perilaku yang tepat bergantung pada jalur eksekusi dan aturan venue, yang dapat bervariasi dan tidak identik untuk semua setup.
Bukti atau contoh yang bisa Anda uji tanpa prediksi langsung
Anda dapat memeriksa secara independen apakah likuiditas sesi “berubah” dengan menggunakan data yang disejajarkan waktunya yang sudah Anda miliki (quotes dan executions) serta menerapkan metode yang konsisten.
Asumsi untuk metode tersebut: Anda mencatat (a) timestamp kuotasi, (b) timestamp trade yang dieksekusi, dan (c) spread atau ukuran ekuivalen dari jarak antara harga beli dan harga jual yang dapat dieksekusi.