Apa Saja Keterbatasan Keserakahan?
Jawaban langsung
Keserakahan umumnya digambarkan sebagai kecenderungan untuk menginginkan lebih dari yang dibenarkan oleh informasi yang tersedia, sering kali dengan berfokus pada potensi keuntungan sambil mengecilkan ketidakpastian dan sisi negatifnya. Keterbatasan utamanya adalah bahwa keserakahan bukanlah prediktor yang andal untuk hasil pasar dengan sendirinya. Dalam praktiknya, keserakahan dapat menjelaskan beberapa kegagalan pengambilan keputusan manusia, tetapi tidak dapat menentukan apa yang akan terjadi selanjutnya, karena hasil trading juga bergantung pada kondisi pasar, biaya, eksekusi, dan yurisdiksi.
Mekanisme dan definisi
Untuk membahas keterbatasan, ada baiknya memisahkan dua gagasan: (1) keserakahan sebagai bias psikologis atau pola keputusan, dan (2) hasil trading sebagai luaran yang dipengaruhi oleh banyak variabel. Keserakahan sebagai bias dapat mengubah cara orang memperkirakan nilai. Misalnya, jika seseorang mengharapkan bahwa “lebih banyak” akan menghasilkan “lebih baik,” mereka mungkin:
- Terlalu membebani potensi keuntungan langsung dibandingkan dengan risiko ekor.
- Meningkatkan toleransi terhadap ketidakpastian.
- Membenarkan penahanan atau perluasan eksposur bahkan ketika informasi tidak lengkap.
Ini adalah deskripsi tingkat mekanisme yang stabil tentang bagaimana bias dapat mengubah perhatian dan ambang batas. Namun, pasar tidak berperilaku sesuai dengan satu sifat manusia. Bahkan jika keserakahan ada, pergerakan harga berikutnya, kondisi likuiditas, dan detail operasional tetap bervariasi.
Bukti atau contoh (sebagai eksperimen pemikiran)
Pertimbangkan skenario sederhana tanpa data waktu nyata dan tanpa jaminan hasil. Asumsikan seseorang memiliki rencana yang menetapkan keluar berdasarkan kondisi yang telah ditentukan. Sekarang anggaplah keserakahan muncul sebagai motif untuk “menyelesaikan dengan lebih besar,” sehingga orang tersebut menunda keluar dan mempertahankan eksposur lebih lama dari yang direncanakan. Dua keterbatasan berikut muncul:
- Pendorong emosional (keserakahan) tidak mengendalikan arah pasar. Keluar yang tertunda dapat membantu atau merugikan tergantung pada kondisi selanjutnya.
- Efeknya bergantung pada biaya dan eksekusi. Jika spread, biaya, atau selip berubah selama periode penahanan, hasil ekonomi mungkin menyimpang dari apa yang secara intuitif diharapkan orang tersebut.
Ini menunjukkan mengapa keserakahan berguna untuk mendiagnosis mode kegagalan pengambilan keputusan, tetapi kurang berguna sebagai penjelasan mandiri untuk hasil.
Keterbatasan dan risiko yang relevan
Keserakahan memiliki beberapa mode kegagalan material ketika diperlakukan terlalu luas atau terlalu percaya diri:
- Atribusi berlebihan: Menyalahkan kinerja hanya pada keserakahan mengabaikan pendorong lain seperti kualitas eksekusi, kualitas informasi, dan kondisi yang berubah.
- Kebutaan ketidakpastian: Keserakahan dapat mengurangi kepekaan terhadap ketidakpastian, membuatnya lebih sulit untuk memperbarui keputusan ketika informasi baru tiba.
- Pengabaian biaya: Orang mungkin berfokus pada potensi keuntungan sambil mengecilkan biaya transaksi dan gesekan operasional.
- Risiko ketergantungan jalur: Hubungan historis tidak menetapkan hasil masa depan. Bahkan jika perilaku seperti keserakahan sebelumnya bertepatan dengan kerugian atau stres, masa depan mungkin tidak mengikuti pola yang sama.
Karena hasil bervariasi dengan kondisi pasar, biaya, eksekusi, dan yurisdiksi, diskusi apa pun yang menyiratkan sebaliknya tidak dapat diuji secara umum. Konsep seperti keserakahan lebih baik diperlakukan sebagai kerangka bias keputusan daripada sebagai alat prediktif.
Verifikasi dan pertanyaan lanjutan
Verifikasi independen dimungkinkan jika Anda mempersempit klaim ke sesuatu yang dapat diamati tentang perilaku keputusan, bukan sesuatu tentang harga masa depan. Misalnya, Anda dapat memverifikasi apakah keputusan Anda sendiri menunjukkan perubahan konsisten dalam ambang batas ketika termotivasi oleh keinginan untuk lebih dari yang ditentukan rencana. Anda juga dapat memeriksa apakah aturan yang direncanakan diubah setelah pergeseran motivasi (misalnya, menginginkan keuntungan tambahan).
Pertanyaan lanjutan yang berguna adalah: kapan motif “ingin lebih” menjadi penyimpangan aturan keputusan, dan bukti apa yang akan menunjukkan penyimpangan itu tanpa mengasumsikan bahwa pasar akan menghadiahinya?