Yang Perlu Diketahui Pemula tentang Proses Review
Jawaban langsung
Proses review adalah rutinitas terstruktur untuk mengevaluasi apa yang terjadi dibandingkan dengan apa yang Anda harapkan, kemudian mengubah perbedaan tersebut menjadi penyesuaian spesifik yang dapat diuji. Bagi pemula, tujuan utamanya bukanlah prediksi; melainkan pemahaman yang akurat. Proses review yang baik membantu Anda menjelaskan mengapa hasil berbeda, memisahkan apa yang konsisten dalam metode evaluasi Anda dari apa yang bervariasi dalam kondisi nyata, dan memverifikasi secara independen fakta-fakta yang Anda gunakan.
Untuk menjaganya tetap informasional (bukan instruksi trading), fokuslah pada mekanisme evaluasi: definisi, input, dokumentasi, dan keterulangan.
Mekanisme dan definisi (cara kerjanya)
Pada intinya, proses review menjawab serangkaian pertanyaan yang sama setiap kali:
- Apa yang Anda rencanakan untuk dilakukan atau diharapkan?
- Apa yang sebenarnya terjadi?
- Apa perbedaan yang dapat diukur?
- Mengapa menurut Anda perbedaan itu terjadi?
- Apa yang akan Anda ubah lain kali (jika ada) dan bagaimana Anda akan tahu apakah perubahan itu berhasil?
Konsep yang berguna bagi pemula adalah “kesenjangan ekspektasi vs aktual.” Jika ekspektasi Anda didasarkan pada asumsi (misalnya, asumsi tentang biaya atau seberapa cepat informasi diproses), tuliskan asumsi-asumsi tersebut. Ketika Anda kemudian meninjau hasil, Anda dapat memeriksa apakah asumsi tersebut valid dalam situasi itu.
Pisahkan mekanisme yang stabil dari kondisi yang bervariasi:
- Mekanisme stabil adalah metode pencatatan Anda (apa yang Anda catat), pendekatan perbandingan Anda (bagaimana Anda mendefinisikan “perbedaan”), dan aturan keputusan Anda untuk memperbarui apa yang Anda lacak.
- Kondisi yang bervariasi mencakup kondisi pasar, biaya, dan detail eksekusi, yang dapat berubah dari satu kejadian ke kejadian berikutnya.
Bukti atau contoh (dengan asumsi yang jelas)
Pertimbangkan contoh review sederhana yang tidak memerlukan data pasar langsung.
- Asumsi: Rencana Anda mengasumsikan tingkat biaya total tertentu untuk suatu tindakan.
- Apa yang Anda catat: ekspektasi yang direncanakan (termasuk biaya yang diasumsikan) dan biaya aktual yang Anda amati.
- Apa yang Anda bandingkan: perbedaan antara hasil bersih yang diharapkan dan aktual, dengan mengaitkan sebagian kesenjangan pada biaya jika biaya aktual yang dicatat berbeda dari asumsi.
Ini dapat diverifikasi karena orang lain dapat memeriksa input Anda: asumsi yang didokumentasikan, nilai aktual yang dicatat, dan aritmetika yang Anda gunakan untuk menghitung kesenjangan. Jika Anda tidak dapat mereproduksi perhitungan dari catatan Anda, proses review tersebut tidak cukup eksplisit.
Contoh kedua dari mekanisme evaluasi adalah konsistensi. Jika Anda memberi label dua kejadian secara berbeda (misalnya, “baik” vs “buruk”) tanpa mendefinisikan label tersebut, review Anda kehilangan nilai bukti. Pemula harus menstandarkan kategori dan mengaitkannya dengan kriteria yang dapat diamati.
Keterbatasan dan risiko (apa yang bisa gagal)
Proses review memiliki keterbatasan material dan mode kegagalan:
- Bias konfirmasi: berfokus pada informasi yang mendukung keyakinan sebelumnya dan mengabaikan bukti yang bertentangan.
- Data tidak lengkap: kehilangan variabel kunci (seperti biaya, waktu, atau kendala) sehingga “penjelasan” sebenarnya hanyalah tebakan.
- Overfitting terhadap sejarah: memperlakukan hubungan masa lalu seolah-olah akan berlaku di lain waktu, bahkan ketika kondisi berubah.
- Kondisi yang berubah: detail pasar dan penyedia dapat bergeser, sehingga metode evaluasi yang sama dapat menghasilkan hasil yang berbeda.
- Eksekusi dan konteks yang bervariasi: kendala pribadi, waktu, dan detail operasional dapat memengaruhi hasil secara independen dari perencanaan Anda.
Karena hasil bervariasi dengan kondisi, biaya, eksekusi, dan yurisdiksi, hubungan historis tidak menetapkan hasil masa depan. Oleh karena itu, proses review Anda harus menekankan pembelajaran dan verifikasi daripada keyakinan.
Verifikasi atau pertanyaan lanjutan
Untuk memverifikasi review secara independen, periksa empat hal:
- Apakah definisi Anda konsisten (apa yang dianggap sebagai ekspektasi, aktual, dan “perbedaan”)?
- Apakah asumsi Anda eksplisit (apa yang harus benar agar perhitungan Anda masuk akal)?
- Dapatkah seseorang mereproduksi perhitungan dari catatan Anda?
- Apakah Anda memperhitungkan apa yang bisa bervariasi antar kejadian?
Sebagai pertanyaan lanjutan, Anda dapat bertanya: bagian mana dari review Anda yang merupakan aturan stabil yang dapat Anda ulangi, dan bagian mana yang bergantung pada kondisi yang bervariasi yang harus didokumentasikan setiap kali?
Anda juga dapat meninjau apakah catatan Anda menangkap konteks yang cukup untuk menjelaskan kesenjangan tanpa mengandalkan pandangan ke belakang (hindsight).