Apa Itu Contoh Kerja Analisis Kesalahan?
Definisi: apa yang dimaksud dengan “analisis kesalahan”
Analisis kesalahan adalah proses terstruktur untuk meninjau keputusan masa lalu (misalnya, keputusan trading, keputusan model, atau keputusan risiko) guna menentukan apa yang sebenarnya salah dan mengapa. Proses ini memperlakukan hasil sebagai bukti, bukan sebagai pembuktian, dan berfokus pada input yang dapat dikendalikan seperti kualitas asumsi Anda, konsistensi aturan Anda, dan bagaimana eksekusi serta biaya memengaruhi hasil yang terealisasi.
“Contoh kerja” berarti proses tersebut ditunjukkan langkah demi langkah dengan angka yang eksplisit (atau skenario yang sepenuhnya ditentukan) sehingga Anda dapat mereproduksi penalarannya. Dalam praktiknya, ini biasanya mencakup:
- Mencantumkan keputusan dan tujuan yang dinyatakan
- Mencatat input dan asumsi yang Anda gunakan saat itu
- Mengidentifikasi ketidaksesuaian antara apa yang Anda harapkan dan apa yang terjadi
- Mengaitkan ketidaksesuaian tersebut dengan kemungkinan penyebab yang dapat Anda justifikasi
- Mengukur efek dari setiap penyebab sejauh data yang tersedia memungkinkan
Cara kerjanya: mekanisme, input, dan struktur perhitungan
Untuk menjaga analisis kesalahan tetap dapat diverifikasi, gunakan kerangka perhitungan dengan bagian yang diberi label jelas:
- Hasil yang diharapkan (berdasarkan asumsi Anda sendiri): apa yang Anda pikir akan terjadi.
- Hasil yang terealisasi (berdasarkan apa yang sebenarnya terjadi): nilai yang dapat Anda hitung dari catatan Anda.
- Biaya dan friksi: spread, komisi, pendanaan, slippage, atau biaya lainnya—hanya jika Anda secara eksplisit mengasumsikannya.
- Atribusi: bagi selisih antara hasil yang diharapkan dan yang terealisasi menjadi komponen yang dapat Anda dukung.
Perbedaan utama adalah antara:
- Mekanika yang stabil: cara Anda menghitung laba/rugi, menerapkan aturan, atau menghitung selisih.
- Kondisi yang bervariasi: pergerakan pasar, perubahan likuiditas, kualitas eksekusi, atau faktor lain di luar kendali Anda.
Contoh kerja harus menyatakan asumsi untuk setiap langkah numerik. Jika suatu input tidak diketahui, Anda menghilangkannya atau menetapkan rentang asumsi yang dinyatakan dan memberi label dengan jelas.
Contoh numerik kerja (dengan asumsi eksplisit)
Skenario
Asumsikan Anda merencanakan satu posisi long dengan ukuran tetap dan menahannya untuk jangka waktu yang sama. Anda dapat menghitung semua hal di bawah ini dari input asumsi Anda sendiri.
Asumsi yang diberikan (dicatat saat itu)
- Ukuran posisi: 10.000 unit
- Harga masuk (saat Anda memutuskan): 1,1000
- Harga keluar (apa yang sebenarnya terjadi): 1,1050
- Konversi nilai kontrak untuk contoh ini: perlakukan pergerakan 1 titik harga sebagai menghasilkan 10.000 unit mata uang kuotasi perubahan nilai (sehingga kita dapat menghitung laba langsung dari selisih harga).
- Perkiraan total biaya (termasuk spread/komisi/slippage): 0,0002 dalam istilah harga.
Langkah 1: Hitung pergerakan yang diharapkan
Asumsikan ekspektasi Anda saat masuk adalah harga akan naik ke 1,1040.
- Perubahan harga yang diharapkan: 1,1040 − 1,1000 = 0,0040
Langkah 2: Hitung laba yang diharapkan sebelum biaya
Menggunakan asumsi konversi:
- Laba yang diharapkan (sebelum biaya) = 0,0040 × 10.000 = 40,00
Langkah 3: Hitung laba yang terealisasi sebelum biaya
- Perubahan harga yang terealisasi: 1,1050 − 1,1000 = 0,0050
- Laba yang terealisasi (sebelum biaya) = 0,0050 × 10.000 = 50,00
Langkah 4: Terapkan biaya yang diasumsikan
Biaya dalam contoh ini dimodelkan sebagai hambatan harga sebesar 0,0002.
- Jumlah biaya = 0,0002 × 10.000 = 2,00
Jadi:
- Laba bersih yang diharapkan = 40,00 − 2,00 = 38,00
- Laba bersih yang terealisasi = 50,00 − 2,00 = 48,00
Langkah 5: Identifikasi kesalahan sebagai penjelasan atas selisih
Selisih antara laba bersih yang terealisasi dan laba bersih yang diharapkan adalah:
- Target analisis kesalahan: 48,00 − 38,00 = 10,00
Sekarang atribusikan kemungkinan penyebab, hanya menggunakan apa yang didukung catatan Anda. Berikut adalah satu atribusi transparan yang dapat Anda verifikasi:
- Kesalahan ekspektasi (utama): Asumsi Anda tentang level keluar terlalu rendah (Anda mengharapkan 1,1040 tetapi mendapat 1,1050).
- Kesalahan pemodelan biaya (sekunder, hanya jika benar): Anda mengasumsikan total biaya sama dengan 0,0002 dalam istilah harga.
Perhatikan apa yang diklaim dan tidak diklaim oleh hal ini. Ini tidak mengklaim bahwa “kesalahan” tersebut dijamin menjadi satu-satunya penyebab. Ini hanya menunjukkan pemetaan yang dapat direproduksi dari asumsi Anda ke hasil Anda.
Keterbatasan material / mode kegagalan
Mode kegagalan yang umum adalah menggunakan hasil untuk menjelaskan masa lalu dengan terlalu percaya diri. Bahkan dengan aritmetika yang sempurna, Anda mungkin salah mengaitkan penyebab karena Anda kekurangan informasi saat itu (misalnya, sinyal, berita, atau kondisi order book yang tidak Anda amati).