Apa yang dimaksud dengan Risk Reward And Stop Distance
Risk reward dan stop distance adalah dua gagasan yang saling terkait yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antara (1) jarak harga yang mendefinisikan “seberapa salah idenya” dan (2) jarak harga yang akan mewakili “seberapa besar idenya bisa berjalan.”
- Stop distance adalah jarak harga antara harga entry dan level stop (di mana posisi akan ditutup untuk membatasi kerugian lebih lanjut). Biasanya dinyatakan dalam pip, points, atau sebagai persentase dari harga.
- Risk-to-reward adalah rasio yang membandingkan jarak potensi reward dengan stop distance. Misalnya, jika jarak reward adalah 2× stop distance, maka risk-to-reward adalah 1:2.
Konsep-konsep ini sering dibahas bersama karena stop distance menjadi penyebut untuk risk-to-reward, dan keduanya bergantung pada entry dan level harga yang dipilih secara tepat.
Cara kerja Risk Reward And Stop Distance
Langkah 1: Tentukan stop distance dari level stop
Untuk menggunakan stop distance, pertama-tama Anda memilih level stop berdasarkan aturan atau titik referensi. Stop distance kemudian diukur sebagai selisih harga antara entry dan level stop tersebut.
Poin kunci: level stop harus konsisten dengan cara Anda benar-benar mengelola posisi. Jika level stop hanya hipotetis, jarak risiko tidak bersifat operasional.
Langkah 2: Tentukan jarak potensi reward dari level target
Selanjutnya, Anda menetapkan level target yang mewakili area harga tempat Anda mengharapkan tesis posisi tercapai (atau tempat Anda mengambil profit berdasarkan suatu aturan). Reward distance adalah selisih harga antara entry dan target tersebut.
Jika reward distance berubah, rasio risk-to-reward juga berubah.
Langkah 3: Hitung rasio risk-to-reward
Setelah Anda memiliki kedua jarak tersebut, rasio dapat dihitung secara konseptual sebagai:
- Risk-to-reward = reward distance ÷ stop distance
Dalam praktiknya, trader sering menggunakan satuan yang sama (misalnya pip) untuk kedua jarak agar rasionya konsisten.
Langkah 4: Hubungkan jarak harga ke uang yang berisiko (dengan hati-hati)
Risk reward kadang disajikan murni sebagai rasio jarak, tetapi banyak pembahasan juga mengaitkannya dengan hasil berupa uang. Mengonversi jarak harga ke mata uang akun bergantung pada parameter tambahan seperti detail kontrak instrumen dan ukuran posisi.
Karena detail-detail tersebut bervariasi menurut instrumen dan pengaturan broker/akun, pandangan yang hanya berbasis jarak adalah yang paling langsung dapat dibandingkan dan tidak memerlukan asumsi konversi khusus akun.
Perbandingan faktual: apa yang berubah, apa yang tetap sama
Ketika orang menggunakan alat-alat ini, input yang berbeda menghasilkan hasil yang berbeda:
- Jika Anda memperlebar stop distance, rasio risk-to-reward umumnya membaik hanya jika reward distance tetap sama (karena penyebut membesar). Jika tidak, rasio bisa memburuk.
- Jika Anda memindahkan target lebih jauh, pembilang meningkat, yang dapat memperbaiki rasio, tetapi juga mengubah probabilitas bahwa target tercapai.
- Jika harga entry berubah, kedua jarak ikut berubah karena keduanya diukur dari entry.
Jadi, risk-to-reward bukanlah satu properti pasar yang tetap. Itu adalah properti dari entry yang dipilih, level stop, dan level target.
Keterbatasan, ketidakpastian, dan apa yang bisa diverifikasi secara independen
1: Rasio tidak menjamin hasil
Risk-to-reward dapat menggambarkan struktur untuk mengukur seberapa banyak pergerakan harga yang Anda izinkan dibandingkan seberapa banyak yang Anda incar, tetapi tidak dapat menjamin hasil. Eksekusi nyata bisa berbeda dari jarak yang direncanakan.
Verifikasi independen yang bisa Anda lakukan: ukur stop distance yang direncanakan dan target distance dari level-level pada chart yang Anda tentukan, lalu bandingkan dengan apa yang benar-benar terjadi setelah entry.
2: Stop distance dipengaruhi oleh detail eksekusi
Bahkan dengan level stop yang didefinisikan dengan jelas, eksekusi dapat dipengaruhi oleh faktor seperti spread pada saat entry, kondisi likuiditas, dan bagaimana harga bergerak melewati level-level tersebut.
Verifikasi independen yang bisa Anda lakukan: tinjau perilaku eksekusi historis untuk kondisi pasar yang serupa dan periksa apakah hasil yang benar-benar Anda peroleh sesuai dengan asumsi berbasis jarak Anda.
3: Probabilitas tidak tertanam dalam rasio
Rasio risk-to-reward tidak mencakup kemungkinan mencapai target dibandingkan menyentuh stop. Dua setup dengan rasio yang sama bisa memiliki performa yang sangat berbeda tergantung perilaku pasar.
Verifikasi independen yang bisa Anda lakukan: pantau seberapa sering stop dan target tercapai dalam kondisi yang sebanding, lalu bandingkan frekuensi yang diamati tersebut dari waktu ke waktu.
4: Backtesting bisa menyesatkan jika asumsi tidak konsisten
Perencanaan berbasis jarak bisa terlihat stabil secara teori, tetapi hasil dapat berubah jika spread, slippage, atau aturan ukuran posisi berbeda antara periode pengujian dan kondisi live.
Verifikasi independen yang bisa Anda lakukan: pertahankan set aturan Anda tetap (bagaimana Anda mendefinisikan entry, level stop, dan target), dan pisahkan dengan jelas perhitungan jarak yang direncanakan dari eksekusi yang benar-benar terjadi.
Mengapa ini penting untuk pemikiran risk-to-reward di forex
Kerangka risk-to-reward digunakan untuk membuat risiko terlihat dan untuk mengaitkan ambisi reward dengan jumlah pergerakan yang merugikan yang akan mengakhiri ide tersebut.
Namun, konsep-konsep ini sebaiknya diperlakukan sebagai alat ukur, bukan sebagai alat kepastian. Penggunaan yang paling andal adalah mendefinisikan jarak dari level yang eksplisit, menghitung rasionya dari jarak-jarak tersebut, lalu mengevaluasi keterbatasan melalui pengamatan dan pelacakan aturan yang konsisten.
Untuk konteks yang lebih dalam, Anda juga bisa membandingkan bagaimana gagasan-gagasan ini berbeda dari konsep terkait seperti expectancy atau pendekatan position sizing, karena risk-to-reward saja tidak mencakup gambaran penuh.