Apa Itu Contoh Perhitungan Risiko Imbalan yang Dikerjakan?
Jawaban langsung
Contoh perhitungan Risiko Imbalan yang dikerjakan menunjukkan cara menghitung rasio imbalan terhadap risiko dari level harga yang diasumsikan, lalu menafsirkan rasio tersebut tanpa mengasumsikan hasil yang dijamin. Perhitungan ini membandingkan jarak dari harga masuk ke level take-profit (imbalan) dengan jarak dari harga masuk ke level stop-loss (risiko).
Mekanisme dan definisi
Perhitungan Risiko Imbalan adalah perbandingan numerik. Bentuk umumnya adalah:
- Rasio imbalan terhadap risiko = (Imbalan) / (Risiko)
- Imbalan adalah selisih antara harga masuk dan harga take-profit (sering diukur dalam pip/poin).
- Risiko adalah selisih antara harga masuk dan harga stop-loss (sering diukur dalam pip/poin).
Pilihan input utama:
- Harga masuk: harga awal yang diasumsikan.
- Level stop-loss: level yang diasumsikan untuk membatasi kerugian.
- Level take-profit: level yang diasumsikan di mana keuntungan diambil.
- Unit pengukuran: gunakan satu unit yang konsisten untuk imbalan dan risiko (misalnya, pip atau poin). Jika Anda mengonversi unit, lakukan sebelum membagi.
Mekanisme stabil vs kondisi variabel:
- Mekanisme stabil: hubungan aritmetika antara jarak harga yang diasumsikan.
- Kondisi variabel: hasil aktual bergantung pada pergerakan pasar, kualitas eksekusi, dan biaya. Faktor-faktor tersebut dapat mengubah hasil yang terealisasi bahkan ketika rasio dihitung dengan benar dari asumsi.
Bukti atau contoh (skenario yang dikerjakan dengan asumsi)
Contoh yang dikerjakan (asumsi dinyatakan secara eksplisit):
- Asumsikan posisi long dengan:
- Harga masuk = 1.2000
- Harga stop-loss = 1.1970
- Harga take-profit = 1.2060
- Unit pengukuran = selisih harga dalam “poin” (di sini, cukup kurangi harga secara konsisten)
- Hitung jarak risiko:
- Risiko = Masuk − Stop
- Risiko = 1.2000 − 1.1970 = 0.0030
- Hitung jarak imbalan:
- Imbalan = Take-profit − Masuk
- Imbalan = 1.2060 − 1.2000 = 0.0060
- Hitung rasio imbalan terhadap risiko:
- Imbalan terhadap risiko = 0.0060 / 0.0030 = 2.0
Interpretasi tanpa janji:
- Rasio 2.0 berarti jarak imbalan yang diasumsikan adalah dua kali jarak risiko yang diasumsikan.
- Ini tidak berarti keuntungan dijamin; ini hanya menggambarkan hubungan antara target yang diasumsikan dan jarak stop yang diasumsikan.
Keterbatasan dan risiko (mode kegagalan material)
-
Biaya dan eksekusi dapat memutus hubungan antara “jarak” dan “hasil.” Bahkan jika imbalan terhadap risiko adalah 2.0 dari level harga, biaya transaksi, selip, atau penundaan dapat mengurangi keuntungan yang terealisasi atau meningkatkan kerugian yang terealisasi.
-
Level stop-loss mungkin tidak berperilaku seperti yang diasumsikan. Di pasar yang cepat atau likuiditas rendah, exit yang terealisasi dapat berbeda dari level stop yang dimaksudkan, mengubah risiko aktual.
-
Rasio bisa menyesatkan ketika dibandingkan antar pengaturan. Jika penentuan ukuran posisi, ukuran kontrak, leverage, atau konversi mata uang berbeda, “rasio yang sama” dalam jarak harga dapat sesuai dengan jumlah moneter yang berbeda.
-
Risiko verifikasi: mencampur unit secara tidak benar (misalnya, imbalan dalam pip dan risiko dalam poin) menciptakan rasio yang salah.
Verifikasi atau pertanyaan berikutnya
Untuk memverifikasi perhitungan imbalan terhadap risiko secara independen, ulangi aritmetika menggunakan asumsi yang sama dan satu unit yang konsisten:
- Hitung Risiko = (Masuk − Stop) atau (Stop − Masuk) tergantung arah.
- Hitung Imbalan = (Take-profit − Masuk) atau (Masuk − Take-profit) tergantung arah.
- Bagi Imbalan dengan Risiko.
Pertanyaan berikutnya yang perlu dipertimbangkan: “Apa yang akan mengubah risiko atau imbalan yang terealisasi relatif terhadap jarak yang diasumsikan?” Jawabannya biasanya melibatkan biaya, kualitas eksekusi, dan apakah exit terjadi di dekat level yang dimaksudkan.