Apa Keterbatasan Position Sizing Berbasis Pip?
Mekanisme dan definisi
Position sizing berbasis pip adalah cara untuk memilih ukuran trading sehingga pergerakan sejumlah pip tertentu sesuai dengan target perubahan nilai akun (misalnya, kerugian jika harga bergerak melawan posisi). Ide utamanya sederhana: perkirakan berapa nilai satu pip untuk instrumen tersebut, lalu sesuaikan ukuran posisi agar sesuai dengan dampak moneter yang diinginkan.
Dalam praktiknya, perhitungan biasanya membutuhkan input seperti:
- jarak ke pergerakan acuan (dalam pip)
- nilai pip per unit posisi (berapa biaya atau keuntungan satu pip per lot/ukuran kontrak)
- jumlah risiko atau dampak yang dimaksudkan dalam mata uang akun
Poin kuncinya adalah bahwa sizing berbasis pip adalah pemetaan dari “pip” ke “uang.” Jika pemetaan itu salah, ukuran posisi juga akan salah.
Di mana ia bisa gagal: mode kegagalan
Bahkan ketika mekanismenya benar, beberapa keterbatasan dapat menyebabkan pendekatan ini menjadi kurang berguna atau bahkan menyesatkan:
-
Asumsi nilai pip mungkin tidak sesuai dengan kenyataan Nilai pip bergantung pada detail instrumen (ukuran kontrak, format harga yang dikutip, dan bagaimana pip didefinisikan untuk pasar tersebut) dan dapat memerlukan konversi mata uang jika mata uang akun berbeda dari mata uang kuotasi instrumen. Jika salah satu asumsi ini keliru—seperti menggunakan definisi pip yang salah (misalnya, konvensi pip pecahan) atau kurs konversi yang tidak akurat—nilai pip yang dihitung dapat menyimpang, dan ukuran posisi yang dihasilkan tidak akan menghasilkan hubungan uang-per-pip yang dimaksudkan.
-
Ketidakpastian eksekusi mengubah biaya dan hasil Sizing berbasis pip sering memperlakukan harga masuk dan keluar seolah-olah akan tercapai secara tepat dan memperlakukan spread atau biaya trading seolah-olah tetap atau dapat diabaikan. Dalam kondisi nyata, eksekusi dapat terjadi pada harga yang berbeda dari yang diharapkan, dan spread dapat melebar. Itu berarti jarak pip yang terealisasi dan biaya bersih per pip yang terealisasi mungkin berbeda dari apa yang diasumsikan oleh perhitungan sizing.
-
Konsep “risiko per pip” tidak invarian terhadap waktu Harga forex tidak dijamin bergerak dalam kenaikan yang rapi dan berulang. Hubungan antara “pergerakan pip tertentu” dan “dampak akun” dapat dipengaruhi oleh waktu (kapan pergerakan terjadi), model penetapan harga venue trading, dan biaya tambahan yang tidak tertangkap dalam konversi pip-ke-uang yang disederhanakan.
-
Pembulatan dan ketidakcocokan unit membesar menjadi kesalahan yang lebih besar Banyak rumus position sizing memerlukan konversi antara ukuran lot, unit kontrak, dan nilai mata uang akun dengan desimal. Jika Anda membulatkan ukuran lot ke yang diizinkan, atau Anda secara keliru memperlakukan jumlah pip atau desimal dengan salah, kesalahan bisa kecil untuk satu trading tetapi lebih besar ketika dikalikan di beberapa posisi atau upaya yang berulang.
Contoh keterbatasan dan verifikasi
Pertimbangkan skenario yang disederhanakan: Anda mengasumsikan satu pip bernilai sejumlah uang tetap untuk ukuran posisi tertentu, lalu menyesuaikan ukuran sehingga pergerakan pip tertentu sesuai dengan jumlah uang yang dipilih. Ini dapat berfungsi sebagai konversi mekanis.
Namun, memverifikasi apakah itu berlaku memerlukan pemeriksaan setidaknya tiga hal:
- Definisi kontrak dan pip: Apakah platform Anda mendefinisikan pip dan ukuran kontrak dengan cara yang sama seperti asumsi perhitungan Anda?
- Konsistensi nilai pip: Jika Anda menghitung nilai pip dari spesifikasi instrumen, apakah profit/loss yang dilaporkan platform untuk perubahan harga yang terkontrol sesuai dengan “uang per pip”?
- Efek bersih: Apakah komisi, swap/rollover, dan spread secara signifikan mengubah hasil bersih dibandingkan dengan perkiraan?
Jika salah satu pemeriksaan gagal, keterbatasannya bukan pada ide mengonversi pip menjadi uang, tetapi pada ketidakcocokan antara asumsi Anda dan eksekusi aktual serta mekanisme instrumen/akun.
Ringkasan keterbatasan dan risiko
Position sizing berbasis pip sebaiknya dipandang sebagai model dengan input. Keterbatasan utamanya adalah bahwa ia hanya bisa seakurat asumsi di balik nilai pip, definisi pip, penetapan harga, dan biaya. Karena kondisi pasar dan eksekusi dapat bervariasi, pendekatan ini tidak menjamin bahwa jarak pip yang dipilih akan menghasilkan dampak moneter yang sama dalam setiap keadaan. Perilaku historis dan perhitungan sebelumnya juga tidak menetapkan hasil di masa depan.
Untuk menggunakannya dengan cara berbasis bukti, Anda harus dapat memverifikasi secara independen definisi pip Anda, perhitungan nilai pip, dan bagaimana platform Anda menerjemahkan pergerakan harga menjadi profit/loss setelah biaya dan batasan pembulatan.