Jawaban langsung
Total Open Risk dalam forex adalah cara untuk menjelaskan seberapa terekspos suatu akun ketika akun tersebut sudah memiliki posisi yang masih terbuka. Alih-alih melihat satu transaksi secara terpisah, metode ini mengagregasikan dampak dari beberapa posisi yang masih terbuka menjadi satu nilai eksposur atau jumlah risiko, menggunakan cara yang dipilih untuk mengukur risiko serta seperangkat asumsi tentang bagaimana harga bergerak dan bagaimana nilai dikonversi menjadi satu unit yang sama.
Hasilnya bukan janji profit atau keamanan. Ini adalah perhitungan bergaya snapshot: Anda bisa menghitungnya dari posisi terbuka Anda saat ini dan asumsi, tetapi nilainya dapat berubah seiring harga bergerak, spread dan komisi memengaruhi entry/exit yang efektif, serta eksekusi dan aturan yurisdiksi memengaruhi apa yang akhirnya Anda bayarkan atau terima.
Mekanisme dan definisi
Definisi praktisnya adalah: Total Open Risk = eksposur yang tersisa dari semua posisi terbuka yang digabungkan, dinyatakan dalam ukuran risiko yang dapat dibandingkan.
Untuk menghitungnya, biasanya Anda memerlukan input berikut:
- Daftar posisi yang masih terbuka
- Setiap posisi memiliki pasangan mata uang base/quote (misalnya, satu mata uang terhadap mata uang lainnya), ukuran posisi (sering dijelaskan sebagai unit, lot, atau notional), dan harga entry.
- Setiap posisi juga memiliki arah: long (beli base) atau short (jual base).
-
Cara mengonversi eksposur ke satu unit yang sama Karena posisi forex bisa didenominasikan dalam mata uang yang berbeda (secara langsung atau tidak langsung), Anda perlu asumsi konversi mata uang. Pendekatan umum adalah menyatakan risiko dalam mata uang deposit akun (atau mata uang pelaporan lain yang dipilih). Ini memerlukan penggunaan kurs tukar yang diasumsikan untuk evaluasi.
-
Ukuran risiko yang dipilih “Risiko” bisa didefinisikan dengan beberapa cara. Pilihan akuntansi yang umum meliputi:
- Sensitivitas pergerakan harga (seberapa besar nilai akun berubah jika harga bergerak sejumlah tertentu).
- Kerugian pada pergerakan yang merugikan yang didefinisikan (seberapa besar kerugian jika harga bergerak melawan Anda sejauh jarak yang diasumsikan).
- Eksposur terkait margin (seberapa besar akun “terkunci” mengingat aturan margin broker).
Definisi yang Anda pilih penting karena itu mengubah apa yang “berarti” posisi-posisi yang sama sebagai satu angka.
- Momen evaluasi dan asumsi Bahkan jika Anda tidak menggunakan data pasar real-time, Anda tetap memilih titik evaluasi: harga “saat ini” untuk setiap pasangan dan ukuran pergerakan hipotesis yang merugikan (jika Anda menggunakannya). Jika Anda hanya menghitung eksposur menggunakan mark saat ini, ukuran tersebut secara efektif adalah eksposur “mark-to-market”. Jika Anda menggunakan pergerakan hipotesis, itu menjadi estimasi “at-risk” relatif terhadap pergerakan tersebut.
Urutan (bagaimana agregasi biasanya bekerja)
Urutan yang umum adalah:
- Langkah A: Normalisasi setiap posisi ke dalam satu unit risiko yang sama (misalnya, mata uang akun) menggunakan asumsi konversi yang dinyatakan.
- Langkah B: Menentukan dampak arah posisi (posisi long diuntungkan oleh satu arah pergerakan harga dan menderita oleh arah lainnya; posisi short melakukan kebalikannya).
- Langkah C: Terapkan definisi risiko yang dipilih (untuk pendekatan berbasis sensitivitas, hitung efek dari pergerakan yang didefinisikan; untuk loss-at-move, hitung kerugian menggunakan asumsi harga yang merugikan).
- Langkah D: Jumlahkan lintas posisi untuk memperoleh nilai Total Open Risk.
Ilustrasi berbasis skenario (non-numerik)
Pertimbangkan sebuah akun dengan:
- Satu posisi long pada suatu pasangan yang nilainya akan menurun jika mata uang base melemah.
- Satu posisi short pada pasangan lain yang nilainya akan meningkat jika faktor risiko yang mendasari yang sama bergeser ke arah yang berlawanan.
Saat Anda mengagregasikan, posisi-posisi tersebut bisa saling meniadakan (offset): keuntungan di satu posisi dapat sebagian membatalkan kerugian di posisi lain di bawah perubahan harga dan tingkat konversi yang diasumsikan yang sama. Jika keduanya bergerak pada arah yang merugikan yang sama, mereka dapat saling memperkuat satu sama lain, sehingga meningkatkan Total Open Risk.
Bukti atau contoh dengan asumsi (scenario-impact-4)
Berikut skenario realistis yang bisa Anda gunakan untuk memahami alur kerja tanpa menyiratkan hasil apa pun.
Skenario
- Sebuah akun memiliki beberapa transaksi forex yang masih terbuka.
- Investor (atau model risiko) menginginkan satu angka eksposur untuk memahami bagaimana akun bereaksi jika harga bergerak melawan portofolio gabungan.
Asumsi
Anda harus menyatakan asumsi agar perhitungan dapat diverifikasi:
- Anda memilih mata uang pelaporan (misalnya, mata uang deposit akun).
- Anda memilih ukuran risiko (misalnya, kerugian pada pergerakan harga yang merugikan, atau sensitivitas terhadap suatu pergerakan).
- Anda mengasumsikan jarak pergerakan harga yang merugikan tertentu untuk setiap pasangan (atau untuk faktor risiko yang mendasarinya).
- Anda mengasumsikan kurs tukar yang diperlukan untuk mengonversi nilai setiap posisi ke mata uang pelaporan.
Dampak yang mungkin (mekanisme)
- Jika beberapa posisi terbuka terekspos pada arah pergerakan harga yang sama, pergerakan yang merugikan akan meningkatkan Total Open Risk.
- Jika beberapa posisi secara efektif terekspos pada arah yang berlawanan, mereka dapat mengurangi Total Open Risk yang teragregasi melalui efek offset.
Keterbatasan yang ditunjukkan
Bahkan dengan asumsi yang cermat, Total Open Risk memiliki mode kegagalan: agregasi satu angka dapat menyembunyikan bagaimana biaya dan eksekusi mengubah hasil yang terealisasi. Misalnya, perhitungan Anda mungkin mengabaikan perubahan spread atau komisi jika Anda hanya memodelkan harga mid atau eksekusi yang ideal. Mode kegagalan kedua adalah bahwa asumsi konversi mata uang bisa menjadi keliru ketika kurs bergerak selama periode yang Anda perhatikan.
Keterbatasan dan risiko (apa yang bisa salah)
Total Open Risk berguna untuk mengorganisasi eksposur, tetapi memiliki keterbatasan yang material.
-
Asumsi model mengendalikan angka Jika Anda memilih ukuran risiko yang berbeda, asumsi pergerakan yang merugikan yang berbeda, atau kurs konversi yang berbeda, nilai Total Open Risk dapat berubah meskipun posisi terbuka Anda sama.
-
Kondisi pasar bervariasi Likuiditas, volatilitas, dan spread dapat berubah dengan cepat. Ini berarti estimasi eksposur berdasarkan asumsi harga yang disederhanakan mungkin tidak mengikuti kerugian yang terealisasi saat keluar.
-
Biaya dan eksekusi sering diabaikan dalam perhitungan yang disederhanakan Jika model menggunakan harga yang ideal, ia dapat meremehkan atau salah menyatakan risiko dibandingkan dengan pengisian (fills) nyata yang mencakup pelebaran spread dan slippage.
-
Offset bersifat kondisional, bukan jaminan Agregasi dapat menunjukkan offset, tetapi offset tersebut bergantung pada struktur korelasi pergerakan dan pada apakah pergerakan yang merugikan yang sama terjadi di seluruh pasangan.
-
Aturan yurisdiksi dan penyedia memengaruhi apa yang dimaksud “risiko” secara operasional Aturan margin, leverage, dan proses penegakan dapat berbeda antar regulator dan penyedia. Itu dapat mengubah bagaimana eksposur diterjemahkan menjadi margin yang dapat digunakan dan apa yang terjadi ketika eksposur menjadi terlalu besar.