Yang perlu diketahui pemula tentang Risiko Gap
Jawaban langsung
Risiko gap adalah risiko bahwa harga berubah secara tiba-tiba dari satu level kuotasi ke level yang sangat berbeda sebelum pesanan dapat dieksekusi pada harga yang diharapkan. Bagi pemula, ide utamanya adalah waktu: mungkin tidak ada harga “tengah” yang andal untuk dieksekusi selama lonjakan, sehingga hasil yang terealisasi dapat berbeda dari perkiraan Anda menggunakan harga transaksi terakhir atau harga kuotasi terakhir.
Ini adalah konsep yang dapat Anda jelaskan tanpa membuat prediksi. Anda juga dapat memverifikasinya secara prinsip dengan memeriksa apakah ada momen ketika harga dapat bergerak lebih cepat daripada pesanan yang dapat diproses, dan apakah eksekusi bergantung pada likuiditas, jam perdagangan, dan kondisi pencocokan pasar.
Mekanisme dan definisi
Untuk membahas risiko gap, pisahkan mekanisme yang stabil dari kondisi yang bervariasi.
- Mekanisme stabil (idenya)
- Peristiwa risiko gap melibatkan lonjakan antara dua titik waktu: momen yang Anda gunakan sebagai dasar perkiraan, dan momen berikutnya ketika pesanan Anda benar-benar dieksekusi.
- Jika pesanan Anda dimaksudkan untuk menutup posisi pada atau mendekati level tertentu, tetapi pasar bergerak melewati level tersebut selama penundaan eksekusi, harga pengisian Anda mungkin lebih buruk dari yang diharapkan.
- Kondisi yang bervariasi (apa yang dapat berubah)
- Likuiditas pasar: likuiditas yang lebih tipis dapat mengurangi kemungkinan bahwa banyak level harga “tersedia” selama lonjakan.
- Eksekusi dan biaya: spread bid-ask, selisih harga, komisi, dan penanganan pesanan dapat mengubah masuk/keluar yang Anda realisasikan.
- Asumsi waktu: akhir pekan, transisi sesi, dan berita besar dapat meningkatkan kemungkinan pergerakan harga yang lebih cepat dari biasanya.
Contoh risiko gap sederhana (dengan asumsi eksplisit)
- Asumsikan Anda menggunakan perkiraan berbasis level berdasarkan harga kuotasi terakhir.
- Asumsikan permintaan penutupan Anda tidak dapat dieksekusi sampai setelah penundaan.
- Jika harga pasar pada saat eksekusi jauh dari level yang Anda harapkan, perbedaan antara level penutupan yang diharapkan dan yang direalisasikan adalah komponen risiko gap. Ukurannya tidak tetap; itu tergantung pada level apa yang ada pada saat eksekusi.
Bukti dan dampak skenario
Tanpa data waktu nyata, Anda masih dapat bernalar tentang apa yang akan membuat risiko gap menjadi “material” menggunakan sebuah skenario.
Skenario: penentuan harga ulang yang tiba-tiba antara dua waktu
- Pada waktu A, Anda mengamati harga dan membentuk ekspektasi.
- Pada waktu B, pesanan Anda dieksekusi setelah penundaan.
- Jika mesin pencocokan atau pelaku pasar menggerakkan harga dengan cepat, pesanan Anda dapat diisi pada level terdekat yang tersedia daripada level yang Anda pikirkan.
Konsekuensi material yang harus dihubungkan pemula dengan mekanisme tersebut
- Kerugian yang lebih besar dari perkiraan: posisi dapat ditutup lebih jauh dari level yang digunakan untuk estimasi.
- Ketidakcocokan pesanan: niat seperti stop mungkin tidak diterjemahkan ke dalam harga eksekusi yang dimaksudkan ketika lonjakan terlalu besar.
- Ketidakpastian seputar “jalur”: bahkan jika Anda berpikir harga “melewati” level menengah, sistem eksekusi mungkin hanya berinteraksi dengan level yang benar-benar tersedia pada saat eksekusi.
Keterbatasan dan risiko (termasuk mode kegagalan)
Risiko gap memiliki keterbatasan penting yang sering disalahpahami.
-
Hasil tidak dapat diprediksi dari sejarah saja Bahkan jika gap terjadi di masa lalu dalam kondisi tertentu, hubungan historis tidak menetapkan hasil masa depan. Kondisi dapat berubah, dan kecepatan pergerakan harga relatif terhadap eksekusi dapat berbeda.
-
Perhitungan Anda bergantung pada asumsi Jika Anda memperkirakan dampak potensial menggunakan logika masuk/keluar tertentu, Anda harus menyatakan asumsi seperti:
- harga referensi mana yang Anda gunakan (kuotasi terakhir vs transaksi terakhir),
- apakah ada penundaan antara keputusan dan eksekusi,
- dan bagaimana spread dan selisih harga diperlakukan. Ubah asumsi ini dan ukuran risiko gap yang diperkirakan dapat berubah.
- Setidaknya satu keterbatasan material: eksekusi mungkin gagal melindungi Anda seperti yang diharapkan Mode kegagalan umum adalah keterlambatan atau pengisian yang lebih buruk dari perkiraan selama pergerakan cepat. Pesanan dapat dieksekusi pada level likuiditas berikutnya yang tersedia, bukan level yang Anda harapkan. Mode kegagalan lainnya adalah biaya (termasuk pelebaran spread) dapat menambah kerugian selama jendela yang sama.
Verifikasi dan pertanyaan lanjutan
Anda dapat memverifikasi konsep ini secara independen tanpa trading dengan berfokus pada apa yang harus benar agar risiko gap menjadi penting:
- Dapatkah harga bergerak cukup cepat sehingga pesanan dieksekusi pada level yang berbeda dari referensi yang Anda gunakan? - Apakah proses eksekusi Anda bergantung pada ketersediaan likuiditas pada saat eksekusi?