Rilis ekonomi apa saja yang dapat memengaruhi Nilai Tukar Perdagangan?

Rilis ekonomi yang dapat memengaruhi nilai tukar perdagangan.

Rilis ekonomi apa saja yang dapat memengaruhi Nilai Tukar Perdagangan?

Jawaban langsung

Nilai tukar perdagangan adalah hubungan antara harga ekspor suatu negara dan harga impornya. Rilis ekonomi dapat memengaruhinya ketika rilis tersebut mengubah salah satu sisi dari hubungan tersebut (harga ekspor, harga impor, atau permintaan riil untuk impor/ekspor), atau ketika rilis tersebut menggeser ekspektasi tentang arus perdagangan dan inflasi relatif.

Karena nilai tukar perdagangan berkaitan dengan rasio harga dan ekonomi perdagangan—bukan sekadar metrik spreadsheet tunggal—rilis yang berbeda dapat berpengaruh dengan cara yang berbeda. Cara paling berguna untuk mengorganisasikan “rilis mana” adalah melalui jalur yang mereka pengaruhi: (1) harga ekspor, (2) harga impor, dan (3) ekspektasi makro yang memengaruhi keduanya.

Mekanisme atau definisi

Nilai tukar perdagangan (ToT) (dalam pengertian ekonomi perdagangan yang umum) didorong oleh bagaimana harga barang dan jasa yang dijual ke luar negeri dibandingkan dengan harga barang dan jasa yang dibeli dari luar negeri. Jika harga ekspor naik relatif terhadap harga impor, ToT membaik; jika harga impor naik relatif terhadap harga ekspor, ToT memburuk.

Dalam praktiknya, rilis memengaruhi ToT melalui jalur-jalur:

  • Jalur harga: berita yang mengubah ekspektasi inflasi, harga energi/komoditas, atau biaya produsen dapat menggerakkan biaya impor dan harga ekspor.
  • Jalur permintaan: rilis yang mengubah ekspektasi pertumbuhan dapat mengubah konsumsi dan investasi, yang mengubah volume dan daya tawar.
  • Jalur kebijakan: berita kebijakan perdagangan atau regulasi dapat mengubah tarif, penetrasi impor, atau daya saing ekspor.
  • Jalur pembiayaan/diskonto: rilis terkait bank sentral dapat mengubah ekspektasi suku bunga, yang dapat memengaruhi nilai mata uang dan karenanya biaya impor (dengan memengaruhi harga mata uang lokal untuk barang asing).

Bukti atau contoh

Pendekatan “pemetaan” yang praktis adalah mengelompokkan rilis ekonomi berdasarkan apa yang paling langsung mereka ubah.

  1. Rilis inflasi dan biaya harga
  • Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen (IHP): inflasi domestik yang lebih tinggi dapat menaikkan harga ekspor lebih cepat atau lebih lambat daripada harga impor tergantung pada pass-through. Ini juga memengaruhi ekspektasi tentang daya penetapan harga di masa depan.
  • Indikator upah dan biaya tenaga kerja: kenaikan biaya tenaga kerja per unit dapat meningkatkan biaya produksi domestik, yang dapat menaikkan harga ekspor atau menekan daya saing.
  1. Rilis pertumbuhan dan aktivitas
  • PDB (dan komponennya), produksi industri, dan indikator aktivitas ritel/penjualan: permintaan yang lebih kuat dapat menaikkan harga domestik untuk ekspor, sementara juga meningkatkan impor, yang dapat menggerakkan harga impor dan mengubah keseimbangan.
  • Ketenagakerjaan dan survei bisnis: dapat memengaruhi ekspektasi inflasi dan permintaan, yang memengaruhi kedua sisi ToT.
  1. Rilis ekspektasi suku bunga dan kebijakan moneter
  • Keputusan suku bunga bank sentral dan pernyataan kebijakan moneter, serta pidato/risalah terkait: bahkan ketika ToT didefinisikan dalam harga perdagangan, ekspektasi suku bunga dapat mengubah nilai tukar mata uang. Pergerakan nilai tukar dapat memengaruhi biaya impor dalam mata uang lokal, menggeser sisi harga impor.
  1. Rilis harga komoditas dan energi (terutama bagi importir/eksportir)
  • Berita harga energi/komoditas penting karena tagihan impor dan pendapatan ekspor banyak negara terkait dengan harga input dan output ini. Pergerakan yang menaikkan harga komoditas ekspor dapat memperbaiki ToT bagi eksportir neto; pergerakan yang sama dapat memperburuknya bagi importir neto.
  1. Rilis kebijakan perdagangan dan permintaan eksternal
  • Pengumuman tarif/perjanjian perdagangan dan komunikasi kebijakan terkait perdagangan dapat mengubah harga impor (melalui biaya langsung) dan harga ekspor (melalui daya saing dan permintaan).
  • Indikator permintaan eksternal dari mitra dagang utama (jika tersedia) penting karena ekspor bergantung pada siapa yang membeli dan pada harga relatif apa.

Keterbatasan dan risiko

  • Bukan hubungan satu penyebab: Rilis yang sama dapat memengaruhi ToT melalui beberapa jalur sekaligus (ekspektasi inflasi, permintaan, dan nilai tukar), sehingga efek bersihnya dapat bervariasi.
  • Waktu dan pass-through yang asimetris: Harga ekspor dan impor tidak selalu menyesuaikan dengan kecepatan yang sama. Pass-through dari nilai tukar atau biaya ke harga perdagangan dapat tertinggal.
  • Ketergantungan pada posisi negara: Efek berbeda bagi eksportir neto vs importir neto, eksportir komoditas vs importir, dan ekonomi dengan daya penetapan harga yang berbeda.
  • Ambiguitas pengukuran: “Nilai tukar perdagangan” dapat didefinisikan secara berbeda dalam kumpulan data yang berbeda (misalnya, keranjang atau definisi harga yang berbeda). Mekanisme konseptualnya tetap serupa, tetapi dampak yang dipetakan mungkin berbeda.

Verifikasi atau pertanyaan lanjutan

Untuk memverifikasi rilis mana yang penting bagi situasi tertentu tanpa mengandalkan prediksi:

  1. Identifikasi apakah negara lebih terekspos pada sisi harga ekspor atau sisi harga impor (termasuk apakah barang dagangan utamanya adalah komoditas). 2) Untuk setiap kandidat rilis (inflasi, pertumbuhan, kebijakan, terkait komoditas, kebijakan perdagangan), tuliskan jalur yang Anda harapkan akan dipengaruhinya (harga ekspor, harga impor, permintaan, atau biaya impor terkait nilai tukar).
Perdagangan forex dan CFD memiliki risiko besar. Informasi FoxiForex bersifat edukatif dan bukan nasihat keuangan pribadi. Penempatan bersponsor diberi label dengan jelas.