Apa yang Memengaruhi Spread pada Pasangan Mata Uang dengan Likuiditas Rendah?

Spread pada pasangan dengan likuiditas rendah, apa yang menyebabkannya, dan cara memverifikasinya.

Apa yang Memengaruhi Spread pada Pasangan Mata Uang dengan Likuiditas Rendah?

Apa itu spread, dan mengapa hal itu penting

Spread adalah selisih antara harga beli (ask) dan harga jual (bid) yang dikutip. Di pasar yang likuid, banyak peserta bersaing untuk bertransaksi, sehingga harga bid dan ask diperbarui secara sering dan tetap relatif berdekatan. Pada pasangan mata uang dengan likuiditas rendah, lebih sedikit kuotasi dan lebih sedikit order yang tertunda dapat menyebabkan bid dan ask menjauh satu sama lain.

Ketika spread lebih lebar, biaya langsung untuk masuk atau keluar dari posisi menjadi lebih tinggi, karena Anda biasanya membayar harga ask untuk membeli dan menerima harga bid untuk menjual.

Apa yang memengaruhi spread pada pasangan mata uang dengan likuiditas rendah

1) Kedalaman likuiditas dan “jarak” order book

Pasangan mata uang dengan likuiditas rendah sering kali memiliki order book yang lebih tipis. Artinya, ukuran yang tersedia di dekat harga saat ini lebih sedikit. Jika sebuah transaksi menghabiskan bid atau ask yang tersedia, kuotasi terbaik berikutnya mungkin berada pada level harga yang jauh berbeda. Hal ini meningkatkan spread yang teramati dan juga dapat meningkatkan lompatan harga di antara kuotasi yang berurutan.

Asumsi untuk penjelasan ini: pasar tidak secara terus-menerus didukung oleh sejumlah besar bid dan ask yang tertunda di banyak level harga.

2) Volatilitas dan kecepatan pembaruan kuotasi

Volatilitas adalah seberapa besar pergerakan harga dari waktu ke waktu. Dalam kondisi yang bergerak lebih cepat, kuotasi dapat menjadi basi dengan cepat. Pembuat pasar (market maker) atau penyedia likuiditas dapat memperlebar spread untuk mengurangi risiko dibeli atau dijual terlalu jauh dari harga acuan mereka sebelum mereka dapat menyesuaikan.

Model mental sederhana: jika harga bergerak secara signifikan di antara pembaruan kuotasi, kisaran bid/ask yang “wajar” harus melebar agar tetap akurat untuk order yang masuk.

3) Tempat eksekusi dan mekanisme pencocokan

Spread mencerminkan bagaimana dan di mana order dicocokkan serta bagaimana kuotasi menyebar melalui sistem. Tempat yang berbeda (atau jalur perutean yang berbeda) dapat mengubah:

  • seberapa cepat bid dan ask baru muncul setelah pergerakan harga,
  • seberapa besar persaingan untuk prioritas harga,
  • apakah order dicocokkan secara internal, eksternal, atau di berbagai kumpulan likuiditas yang berbeda.

Bahkan dengan kondisi pasar dasar yang sama, mekanisme eksekusi dapat menghasilkan biaya realisasi yang berbeda.

4) Biaya transaksi, kompensasi, dan spread efektif

Apa yang Anda bayar bukan hanya selisih bid-ask yang terlihat. Biaya dapat mencakup komisi, biaya terkait pembiayaan, dan biaya yang terkait dengan jenis eksekusi atau pengaturan akun. Secara bersama-sama, hal-hal ini dapat mengubah spread efektif Anda (total biaya masuk dan keluar relatif terhadap harga tengah/mid-price).

Asumsi untuk pemisahan: spread yang dikutip dapat berbeda dari total biaya setelah komisi dan biaya lainnya disertakan.

5) Efek penyedia dan kebijakan selama kondisi tekanan

Penyedia dapat menerapkan kontrol ketika likuiditas buruk atau pasar bergerak cepat. Contohnya meliputi:

  • berkurangnya ketersediaan kuotasi,
  • rentang harga internal yang lebih lebar,
  • pemenuhan sebagian (partial fill) dengan penyelesaian kemudian,
  • perubahan pada cara order ditangani ketika kedalaman pasar tidak mencukupi.

Keterbatasan utama: perilaku ini dapat bersifat intermiten dan bergantung pada kondisi saat ini, sehingga pasangan mata uang yang sama dapat menunjukkan karakteristik spread yang berbeda pada waktu yang berbeda.

Bukti atau contoh yang dapat Anda pikirkan (tanpa harga langsung)

Pertimbangkan pasangan mata uang dengan likuiditas rendah yang memiliki kuotasi bid di 1.0000 dan ask di 1.0005, memberikan spread sebesar 0.0005 (dalam satuan harga). Sekarang bayangkan hanya sejumlah kecil yang tersedia di level-level tersebut. Jika order pasar beli masuk yang menghabiskan likuiditas ask yang tersedia, ask berikutnya mungkin jauh lebih tinggi, sehingga ask baru dapat melonjak, dan bid berikutnya juga dapat menyesuaikan. Dalam skenario itu, spread melebar karena pasar harus “menjangkau” lebih jauh untuk menemukan harga yang dapat dieksekusi.

Eksperimen pemikiran ini menunjukkan rantai sebab-akibat:

  • kedalaman tipis → order menghabiskan kuotasi yang tersedia → harga melonjak ke level berikutnya yang tersedia → spread melebar.

Keterbatasan dan mode kegagalan yang perlu diperhatikan

  • Perilaku masa lalu mungkin tidak memprediksi spread di masa depan. Likuiditas dapat muncul secara tiba-tiba (atau menghilang) karena kondisi pasar yang lebih luas.
  • Kuotasi mungkin tidak sama dengan harga realisasi. Pasar yang cepat, pemenuhan sebagian, dan kedalaman yang berubah dapat membuat biaya realisasi berbeda dari spread yang ditampilkan.
  • Volatilitas dan likuiditas saling berinteraksi. Spread yang lebih lebar dapat menjadi penyebab trading yang lebih lambat dan juga respons terhadap pergerakan harga yang cepat.
  • Perilaku penyedia dapat mendominasi hasil. Dalam likuiditas rendah, aturan eksekusi dan penanganan internal dapat mengalahkan ekspektasi spread “utama”.
Perdagangan forex dan CFD memiliki risiko besar. Informasi FoxiForex bersifat edukatif dan bukan nasihat keuangan pribadi. Penempatan bersponsor diberi label dengan jelas.