Yang Perlu Diketahui Pemula Tentang Pelacakan Kesalahan
Apa itu pelacakan kesalahan?
Pelacakan kesalahan adalah metode terstruktur untuk mencatat kesalahan yang Anda buat selama pengambilan keputusan terkait trading dan meninjaunya kembali di kemudian hari untuk memahami mengapa kesalahan tersebut terjadi. “Kesalahan” di sini biasanya berarti masalah yang dapat dicegah atau diperbaiki dalam proses Anda, seperti menggunakan rencana yang tidak Anda ikuti, melanggar aturan yang Anda tulis untuk diri sendiri, salah memahami informasi yang tersedia, atau bereaksi terhadap informasi dengan cara yang tidak Anda inginkan.
Tujuannya adalah mempelajari perilaku dan alur kerja keputusan Anda, bukan melakukan peramalan. Pelacakan kesalahan bekerja paling baik ketika diperlakukan sebagai dokumentasi tentang apa yang Anda lakukan, apa yang Anda amati, dan bagaimana Anda merespons—sehingga Anda dapat menguji apakah proses Anda membaik.
Bagaimana cara kerja pelacakan kesalahan?
Pendekatan praktis adalah mencatat setiap “peristiwa kesalahan” dengan kumpulan kolom minimum yang sama. Kolom umum meliputi:
- Waktu dan tanggal (saat keputusan dibuat)
- Deskripsi situasi (apa yang Anda yakini sedang terjadi saat itu)
- Proses yang Anda rencanakan (apa yang Anda maksudkan untuk dilakukan)
- Tindakan aktual (apa yang Anda lakukan)
- Mengapa hal itu terjadi (penjelasan terbaik Anda)
- Ukuran hasil (apa yang terjadi selanjutnya, menggunakan aturan yang konsisten)
Definisikan istilah Anda sebelum menganalisis. Misalnya, tentukan apa yang termasuk sebagai “pelanggaran proses” versus “ketidaksesuaian kondisi pasar.” Tentukan apa arti “hasil” dalam pelacakan Anda. Jika Anda menggunakan contoh, nyatakan asumsinya: misalnya, “Asumsi: Saya mengukur hasil sebagai apakah keputusan saya sesuai dengan aturan tertulis saya, bukan apakah harga kemudian bergerak menguntungkan saya.” Pemisahan ini membantu mencegah kesalahpahaman umum: melabeli kesalahan berdasarkan pergerakan harga secara retrospektif, bukan berdasarkan kesalahan keputusan itu sendiri.
Bukti dan contoh (mengapa struktur itu penting)
Pertimbangkan dua peristiwa yang dicatat:
- Anda masuk berdasarkan aturan yang kemudian Anda sadari belum Anda periksa.
- Anda masuk berdasarkan aturan Anda, tetapi detail eksekusi berbeda dari yang Anda harapkan.
Jika catatan Anda hanya merekam hasil akhir, Anda mungkin keliru menyimpulkan bahwa aturan tersebut “tidak berfungsi.” Jika catatan Anda membedakan kegagalan pemeriksaan aturan dari realitas eksekusi, tinjauan Anda bisa lebih akurat: Anda dapat menargetkan “kepatuhan aturan” versus “asumsi eksekusi.” Ini adalah koreksi faktual di tingkat proses: pelajarannya adalah tentang apa yang berbeda antara perilaku yang direncanakan dan aktual.
Metode tinjauan sederhana adalah merangkum kesalahan berdasarkan kategori dan kemudian membaca entri mentah di balik jumlah tersebut. Jumlah saja bisa menyesatkan; misalnya, satu kategori mungkin sering muncul karena mudah dikenali. Konteks mentah menunjukkan apakah “mengapa” yang Anda tulis sesuai dengan garis waktu peristiwa yang sebenarnya.
Keterbatasan dan risiko
Pelacakan kesalahan memiliki beberapa keterbatasan material:
- Korelasi versus kausalitas: Kesalahan yang berulang mungkin terkait dengan hasil yang lebih buruk tanpa menjadi penyebabnya. “Gevolg” (konsekuensi) bisa terlihat seperti “preventie” (perbaikan) bahkan ketika pendorong sebenarnya ada di tempat lain.
- Kondisi yang berubah: Kondisi pasar dan pribadi dapat berubah. Pola historis tidak menjamin hasil di masa depan.
- Data yang tidak lengkap atau tidak konsisten: Jika Anda mencatat keputusan setelah kejadian, melewatkan konteks yang relevan, atau mengubah definisi di tengah jalan, kesimpulan Anda mungkin tidak konsisten secara internal.
- Efek eksekusi dan biaya: Jika “hasil” Anda mengabaikan biaya dan perbedaan eksekusi, tinjauan Anda mungkin memperlakukan perbedaan yang disebabkan oleh biaya atau pengisian pesanan sebagai masalah kualitas keputusan.
Mode kegagalan utama adalah pelabelan secara retrospektif: Anda menandai kesalahan hanya ketika trading kemudian berkinerja buruk, meskipun proses keputusan sudah benar saat itu. Ini adalah kesalahan yang mungkin terjadi karena terasa intuitif, tetapi mencegah pengujian yang jujur terhadap proses Anda.
Verifikasi dan pertanyaan selanjutnya
Verifikasi independen berarti memeriksa bahwa catatan Anda sesuai dengan kenyataan. Misalnya, verifikasi bahwa stempel waktu, catatan keputusan, dan catatan eksekusi selaras dengan apa yang sebenarnya terjadi dalam riwayat aktivitas Anda. Periksa juga apakah definisi “kesalahan” Anda diterapkan secara konsisten: jika Anda meninjau sepuluh peristiwa dan menemukan bahwa jenis kesalahan yang sama kadang disebut kesalahan dan kadang tidak, pelacakan Anda tidak andal.
Untuk meningkatkan kejelasan, Anda dapat mengajukan pertanyaan seperti: Kategori “kesalahan” mana yang benar-benar dapat ditindaklanjuti? Bagian mana dari catatan saya yang didasarkan pada asumsi yang tidak dapat saya verifikasi? Di mana entri saya mengacaukan kesalahan keputusan dengan keacakan hasil?
Jika Anda mau, Anda juga dapat menjelajahi keterbatasan terperinci dan risiko terkait dalam panduan terpisah (pelacakan kesalahan) dan membandingkan definisi Anda sendiri dengan diskusi tersebut melalui halaman tentang keterbatasan, risiko, dan pertimbangan lanjutan.