Apa Itu Contoh Perhitungan Bollinger Range?
Jawaban langsung
Contoh perhitungan Bollinger Range menunjukkan cara mengubah rangkaian harga dan perhitungan Bollinger Bands menjadi satu ukuran jarak yang dapat diinterpretasikan. Karena “Bollinger Range” digunakan dengan berbagai cara, Anda harus menyatakan definisi persis yang Anda gunakan—biasanya berdasarkan pita atas, pita bawah, dan (terkadang) pita tengah.
Dalam artikel ini, contoh perhitungan berarti: Anda memilih angka eksplisit untuk input, menghitung level Bollinger Bands dari asumsi tersebut, lalu menghitung Bollinger Range dari pita yang telah dihitung. Tidak ada harga live yang digunakan.
Mekanisme atau definisi
Pertama, definisikan blok bangunan inti.
Bollinger Bands biasanya terdiri dari tiga garis yang dihitung dari rata-rata bergerak (pita tengah) ditambah atau dikurangi kelipatan standar deviasi (ukuran volatilitas). Konvensi paling umum menggunakan rata-rata bergerak sederhana 20 periode dan 2 standar deviasi, tetapi pilihan parameter dapat bervariasi.
Selanjutnya, definisikan Bollinger Range. Karena definisi bervariasi, contoh di sini menggunakan ukuran jarak yang jelas:
Bollinger Range (definisi contoh):
- Hitung Pita Atas = Pita Tengah + k · SD
- Hitung Pita Bawah = Pita Tengah − k · SD
- Lalu definisikan Bollinger Range = Pita Atas − Pita Bawah
Dengan definisi ini, rentang disederhanakan menjadi:
- Bollinger Range = (Tengah + k·SD) − (Tengah − k·SD) = 2k·SD
Jadi, di bawah definisi spesifik ini, Bollinger Range berbanding lurus dengan standar deviasi (volatilitas). Pemisahan itu penting: “contoh perhitungan” adalah tentang matematika, bukan tentang memprediksi hasil.
Bukti atau contoh (sepenuhnya numerik)
Asumsikan Anda bekerja pada satu bar pada waktu saat ini, dan Anda akan menghitung pita dari input yang diasumsikan berikut:
Asumsi (dinyatakan):
- Pita Tengah (rata-rata bergerak 20 periode, nilai dalam unit harga) = 1.2000
- Standar deviasi selama jendela lookback yang sama (SD, dalam unit harga) = 0.0100
- Pengali lebar pita k = 2.0
Sekarang hitung:
- Pita Atas = 1.2000 + 2.0 · 0.0100 = 1.2000 + 0.0200 = 1.2200
- Pita Bawah = 1.2000 − 2.0 · 0.0100 = 1.2000 − 0.0200 = 1.1800
Terakhir, hitung Bollinger Range dengan definisi yang dipilih:
- Bollinger Range = Pita Atas − Pita Bawah = 1.2200 − 1.1800 = 0.0400
Periksa jalan pintas:
- 2k·SD = 2 · 2.0 · 0.0100 = 0.0400, yang cocok.
Apa yang diceritakan contoh numerik ini kepada Anda: di bawah asumsi ini, Bollinger Range mengukur seberapa lebar pita dalam unit harga absolut. Jika SD meningkat, rentang yang dihitung meningkat secara proporsional.
Perbandingan opsional (masih menggunakan asumsi): jika Anda mempertahankan Pita Tengah = 1.2000 dan k = 2.0 tetapi SD naik menjadi 0.0125, maka:
- Bollinger Range = 2k·SD = 4 · 0.0125 = 0.0500 Ini menunjukkan sensitivitas terhadap volatilitas.
Keterbatasan dan risiko
-
Risiko ketidakcocokan definisi. Beberapa sumber menghitung Bollinger Range secara berbeda (misalnya, sebagai persentase dari pita tengah, atau hanya menggunakan jarak ke satu pita). Perhitungan Anda hanya cocok dengan makna yang dimaksudkan jika Anda menggunakan rumus yang sama.
-
Sensitivitas parameter. Panjang lookback dan k mengubah lebar pita dan estimasi standar deviasi. Bahkan dengan matematika yang identik, input yang berbeda menghasilkan rentang yang berbeda.
-
Ketidakpastian pasar dan kondisi. Bollinger Bands bergantung pada dispersi historis. Fakta bahwa lebar pita lebar atau sempit di masa lalu tidak menetapkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
-
Mode kegagalan: memperlakukan rentang sebagai aturan tunggal. Nilai rentang dapat membantu menggambarkan volatilitas, tetapi tidak menjamin bahwa harga akan berperilaku dengan cara tertentu. Biaya eksekusi, slippage, dan perubahan rezim semuanya dapat merusak interpretasi sederhana.
Verifikasi atau pertanyaan lanjutan
Untuk memverifikasi contoh secara independen, Anda dapat menghitung ulang pita dari asumsi yang dinyatakan (Pita Tengah, SD, dan k) dan mengonfirmasi bahwa Bollinger Range sama dengan Pita Atas dikurangi Pita Bawah. Jika Anda menggunakan definisi yang berbeda (misalnya, membagi dengan pita tengah untuk mendapatkan persentase), ulangi langkah terakhir dan dokumentasikan rumus yang tepat.
Pertanyaan lanjutan yang baik adalah: Definisi Bollinger Range mana yang Anda gunakan—lebar absolut (Atas − Bawah), atau lebar yang dinormalisasi (misalnya, (Atas − Bawah) / Tengah)? Perhitungan yang dikerjakan hanya akan berubah pada rumus terakhir, tetapi maknanya juga bisa berubah.