Apa itu Multiple Targets?
Jawaban langsung
Multiple Targets adalah pendekatan take-profit di mana satu perdagangan dikelola dengan lebih dari satu level take-profit, sehingga bagian-bagian berbeda dari posisi dapat ditutup pada harga yang berbeda. Alih-alih mengharapkan satu harga keluar untuk menutup seluruh posisi, Multiple Targets memungkinkan Anda menentukan beberapa titik keluar yang dapat dicapai pada waktu yang berbeda.
Multiple Targets tidak sama dengan memiliki satu order take-profit yang ditempatkan pada satu harga. Ini juga tidak otomatis sama dengan mekanisme pembayaran yang dijamin—karena apakah suatu level akan tercapai bergantung pada pergerakan pasar, eksekusi order, dan biaya trading.
Mekanisme atau definisi
Cara sederhana untuk membayangkan Multiple Targets adalah sebagai serangkaian instruksi keluar yang berbagi posisi referensi yang sama. Misalnya, Anda dapat menentukan dua level harga take-profit, masing-masing dimaksudkan untuk menutup sebagian posisi. Dalam praktiknya, nama fitur platform atau broker dapat bervariasi, tetapi ide dasarnya konsisten: beberapa harga target ditentukan untuk keluar dari suatu posisi.
Untuk memahaminya tanpa mengasumsikan platform tertentu, anggap posisi memiliki ukuran, dan anggap setiap level take-profit mencakup sebagian dari ukuran tersebut (misalnya, setengah dan setengah). Ketika harga mencapai level take-profit tertentu, bagian yang terkait dengan level tersebut dapat ditutup, meninggalkan sisanya terbuka sampai target lain tercapai, stop-loss terkena, atau posisi ditutup dengan cara lain.
Mekanisme stabil penting yang dapat Anda verifikasi secara konseptual:
- Multiple Targets melibatkan lebih dari satu level harga take-profit.
- Ini biasanya menyiratkan penutupan parsial (atau setidaknya perilaku keluar bertahap) daripada penutupan sekaligus tunggal.
- Siklus hidup order itu penting: Anda mengelola bagaimana posisi yang tersisa berperilaku setelah target pertama terpicu.
Bukti atau contoh
Asumsi untuk contoh (tanpa data langsung):
- Anda membuka posisi long.
- Ukuran posisi adalah 1,0 unit.
- Anda menetapkan dua level take-profit: TP1 dan TP2.
- TP1 lebih dekat daripada TP2.
- Anda berniat 0,5 unit ditutup di TP1 dan 0,5 unit ditutup di TP2.
Skenario A (kedua target tercapai): harga naik ke TP1, menutup 0,5 unit. Kemudian naik lebih jauh ke TP2, menutup sisa 0,5 unit. Hasil terealisasi Anda adalah kombinasi keuntungan dari penutupan parsial pertama dan keuntungan dari penutupan parsial kedua.
Skenario B (hanya target pertama yang tercapai): harga mencapai TP1 tetapi kemudian berbalik sebelum TP2. Bagian yang terkait dengan TP1 ditutup, sementara bagian yang tersisa tetap terbuka dan nantinya dapat ditutup oleh stop-loss, keluar manual, atau kondisi order lainnya.
Skenario C (hanya target kedua yang tercapai): dalam banyak tata letak, TP2 berada di atas TP1 untuk perdagangan long, sehingga umumnya mensyaratkan TP1 dilewati terlebih dahulu. Jika struktur platform Anda memungkinkan perilaku non-standar, Anda tetap perlu mengonfirmasi secara tepat bagaimana order diatur secara bertahap. Tanpa konfirmasi itu, asumsikan perilaku jalur harga yang khas: target yang lebih dekat tercapai terlebih dahulu ketika bergerak ke arah yang diinginkan.
Skenario-skenario ini menunjukkan mengapa Multiple Targets mengubah distribusi hasil terealisasi seiring waktu: hasil perdagangan menjadi bergantung pada jalur (harga apa yang terjadi terlebih dahulu) daripada ditentukan oleh satu harga keluar tunggal.
Keterbatasan dan risiko
Multiple Targets adalah sebuah konsep, tetapi tidak menghilangkan ketidakpastian. Keterbatasan material meliputi:
-
Eksekusi dan mekanisme order bervariasi Bahkan jika dua platform sama-sama menawarkan “Multiple Targets,” perilaku pastinya bisa berbeda. Anda harus memverifikasi bagaimana platform menangani pengisian parsial, pembatalan order, dan apakah target terpasang atau independen.
-
Pergerakan pasar dan waktu sangat menentukan Sebuah target hanya berarti jika harga mencapainya. Jika harga tidak mencapai target tertinggi, Anda mungkin hanya merealisasikan keuntungan (atau perlindungan kerugian) yang terkait dengan target yang lebih rendah.
-
Biaya dapat memengaruhi hasil terealisasi Spread, komisi, dan biaya pembiayaan/semalam dapat mengubah hasil bersih efektif dari setiap penutupan parsial. Dua strategi dengan harga target yang sama masih dapat menghasilkan hasil bersih yang berbeda karena biaya.
-
Mode kegagalan: eksposur sisa Setelah TP1 terpicu, bagian yang tersisa masih terekspos. Jika harga berbalik, bagian yang tersisa dapat ditutup pada level yang lebih buruk daripada target berikutnya, tergantung pada stop-loss atau kondisi keluar lainnya.