Apa Saja Keterbatasan Scale Out?
Definisi dan cara kerja Scale Out
Scale Out adalah ide manajemen posisi di mana Anda menutup hanya sebagian dari posisi terbuka ketika harga mencapai titik tertentu, dengan tujuan mengurangi eksposur sambil tetap mempertahankan sebagian eksposur untuk pergerakan selanjutnya. Secara sederhana, ini membagi satu posisi menjadi setidaknya dua hasil: (1) sebagian ditutup lebih awal dan (2) sebagian sisanya dikelola setelahnya.
Untuk membahas implikasinya, ada baiknya memisahkan mekanisme yang stabil dari kondisi yang bervariasi.
- Mekanisme stabil: penutupan parsial mengurangi ukuran posisi yang tetap terbuka, dan dapat mengunci hasil yang telah direalisasikan pada bagian yang ditutup.
- Kondisi bervariasi: apa yang terjadi pada posisi yang tersisa bergantung pada perilaku harga di masa depan, dan hasilnya bergantung pada biaya, eksekusi, dan aturan pasti yang Anda terapkan (misalnya, bagaimana Anda memilih level keluar dan apa yang Anda lakukan setelah penutupan parsial).
Bukti dan contoh di mana Scale Out bisa gagal
Mode kegagalan yang umum adalah ketergantungan pada jalur (path dependency): Scale Out hanya dapat membantu jika harga mencapai level penutupan parsial Anda dan kemudian berlanjut sesuai dengan asumsi aturan pengelolaan sisa posisi Anda. Jika harga mencapai titik keluar pertama dan kemudian berbalik dengan cepat, Anda mungkin merealisasikan keuntungan pada bagian yang Anda tutup tetapi tetap berakhir dengan kerugian atau hasil yang lebih buruk pada bagian yang tersisa.
Keterbatasan lain adalah bahwa penutupan parsial mengubah ekonomi perdagangan. Bahkan jika harga mencapai level yang Anda rencanakan, biaya dan eksekusi dapat mengurangi hasil bersih. Ini termasuk spread, komisi atau biaya, dan efek dari kualitas eksekusi order (misalnya, apakah order terisi mendekati harga yang diharapkan).
Anda juga dapat mengalami asumsi yang salah tentang pergerakan yang “khas”. Pola atau hubungan historis dapat menunjukkan bahwa harga akan sering mengikuti jalur tertentu setelah mencapai sebuah level, tetapi hubungan tersebut tidak menjamin perilaku di masa depan. Pasar dapat berubah karena perubahan likuiditas, volatilitas, peristiwa makro, atau perilaku partisipan.
Asumsi untuk membuat penalaran contoh dapat diverifikasi
Jika Anda ingin memverifikasi bagaimana Scale Out mungkin berperilaku dalam situasi tertentu, Anda memerlukan asumsi yang eksplisit. Misalnya:
- Asumsikan harga masuk tertentu dan harga penutupan parsial tertentu.
- Asumsikan fraksi spesifik dari posisi yang ditutup.
- Asumsikan perkiraan biaya dan kualitas eksekusi untuk penutupan parsial dan hasil akhir. Tanpa asumsi ini, mudah untuk mengacaukan cerita yang menarik tentang pergerakan harga dengan hasil yang bisa berbeda di bawah eksekusi realistis dan kondisi pasar yang berbeda.
Keterbatasan dan risiko
-
Jalur harga masa depan yang tidak pasti (ketergantungan pada jalur). Posisi yang tersisa hanya diuntungkan jika pergerakan harga berikutnya sesuai dengan alasan untuk tetap membukanya. Jika harga berbalik, manfaat dari penutupan parsial awal dapat dikalahkan oleh hasil pada posisi yang tersisa.
-
Sensitivitas terhadap eksekusi dan biaya. Penutupan parsial memerlukan penanganan order tambahan. Biaya yang lebih tinggi atau berubah, pengisian order yang lebih buruk dari yang diharapkan, atau penundaan di sekitar periode volatil dapat mengurangi manfaat bersih.
-
Eksposur yang berkurang tidak sama dengan ketidakpastian yang berkurang. Scale out mengurangi eksposur, tetapi tidak menghilangkan ketidakpastian tentang bagaimana bagian yang tersisa akan berkinerja. Anda masih menghadapi risiko bahwa perdagangan berakhir tidak menguntungkan untuk bagian yang tetap terbuka.
-
Perilaku historis mungkin tidak bertahan. Bahkan jika ide tersebut tampaknya berhasil dalam kondisi masa lalu, rezim pasar di masa depan mungkin berbeda. Hubungan yang tampak stabil jika dilihat ke belakang dapat rusak ketika volatilitas, likuiditas, atau karakteristik aliran order berubah.
-
Aturan dapat bertentangan dengan kendala nyata. Jika keputusan Scale Out Anda bergantung pada kondisi yang sulit dipantau secara terus-menerus, atau jika rencana pasca-penutupan parsial Anda tidak terdefinisi dengan baik, pendekatan tersebut menjadi lebih sulit untuk diterapkan secara konsisten. Dalam praktiknya, inkonsistensi dapat menyebabkan hasil yang menyimpang dari ekspektasi Anda.
Verifikasi dan pertanyaan lanjutan
Untuk memverifikasi secara independen keterbatasan Scale Out, fokuslah pada apa yang dapat Anda uji dengan asumsi dan hasil yang tercatat:
- Bandingkan hasil untuk penutupan parsial versus penutupan sekaligus di bawah asumsi biaya dan kualitas eksekusi yang sama.
- Uji sensitivitas: ubah asumsi fraksi penutupan parsial, penempatan level keluar, dan asumsi biaya Anda untuk melihat kapan pendekatan tersebut menjadi kurang menguntungkan.
- Periksa ketergantungan pada jalur: evaluasi kasus di mana harga mencapai level penutupan parsial dan kemudian berbalik dengan cepat.