Apa Itu Contoh Kerja Stop Out?
Jawaban langsung
Contoh kerja stop out menunjukkan bagaimana sebuah akun dapat ditutup (sebagian atau seluruhnya) ketika ekuitas turun dan margin yang dapat digunakan jatuh di bawah ambang batas stop-out yang ditetapkan oleh penyedia akun. Agar dapat diverifikasi, contoh tersebut harus menyatakan asumsi untuk saldo awal, harga masuk, ukuran posisi, bagaimana ekuitas berubah seiring harga, dan bagaimana penyedia mendefinisikan pemicunya.
Mekanisme: bagian-bagian yang bergerak
Stop out adalah mekanisme kontrol risiko yang digunakan pada akun dengan leverage. Meskipun formula pasti bervariasi menurut penyedia dan jenis akun, mekanisme dasarnya dapat dijelaskan tanpa data spesifik pasar:
- Saldo: apa yang dimiliki akun sebelum memperhitungkan laba/rugi belum terealisasi.
- Ekuitas: saldo ditambah laba/rugi belum terealisasi pada posisi terbuka.
- Margin yang digunakan: margin yang terkunci untuk menjaga posisi tetap terbuka.
- Margin bebas / margin yang dapat digunakan: ekuitas dikurangi margin yang digunakan.
- Aturan stop-out: jika margin yang dapat digunakan turun ke atau di bawah ambang batas (sering dinyatakan sebagai rasio persentase yang melibatkan ekuitas), penyedia dapat menutup posisi untuk mengurangi risiko.
Asumsi untuk contoh kerja
Karena penyedia berbeda-beda, contoh di bawah menggunakan asumsi eksplisit yang disederhanakan:
- Satu akun, satu posisi long.
- Tanpa komisi atau swap untuk kesederhanaan.
- Tidak ada posisi terbuka lainnya.
- Pemicu stop-out penyedia adalah: rasio margin yang dapat digunakan ≤ 20%.
- Margin yang digunakan tetap konstan hingga likuidasi dimulai.
- Ekuitas berubah secara linear dengan pergerakan harga (perkiraan standar di kelas).
Bukti atau contoh: satu skenario numerik lengkap
Asumsikan:
- Saldo awal = 1.000.
- Posisi = 1 lot dari aset di mana, dengan penyederhanaan, pergerakan harga merugikan sebesar 1% menyebabkan kerugian 100 dalam mata uang akun.
- Masuk awal adalah harga referensi saat ini; akun dimulai tanpa P/L belum terealisasi.
- Margin yang digunakan = 600.
- Pemicu stop-out: rasio margin yang dapat digunakan = (ekuitas − margin yang digunakan) / ekuitas.
Langkah 1: Keadaan awal
- Ekuitas = saldo + P/L belum terealisasi = 1.000 + 0 = 1.000.
- Margin yang dapat digunakan = ekuitas − margin yang digunakan = 1.000 − 600 = 400.
- Rasio margin yang dapat digunakan = 400 / 1.000 = 40%.
- Karena 40% > 20%, stop out tidak terpicu.
Langkah 2: Harga bergerak melawan posisi Misalkan harga bergerak cukup sehingga P/L belum terealisasi menjadi −500.
- Ekuitas = 1.000 − 500 = 500.
- Margin yang dapat digunakan = 500 − 600 = −100.
- Rasio margin yang dapat digunakan = (−100) / 500 = −20%.
- Karena −20% ≤ 20%, aturan stop-out terpicu.
Langkah 3: Apa yang bisa terjadi selanjutnya (keterbatasan contoh) Perhitungan matematis menunjukkan kapan kondisi pemicu terpenuhi, tetapi tidak menentukan perilaku likuidasi pasti dari penyedia. Kemungkinan umum meliputi:
- Menutup seluruh posisi,
- Menutup sebagian posisi, atau
- Menutup beberapa posisi dalam akun.
Perilaku tersebut bergantung pada aturan penyedia, kualitas eksekusi, dan struktur akun, jadi Anda harus memperlakukan matematika titik pemicu sebagai hal yang terpisah dari hasil penutupan.
Keterbatasan dan risiko
- Definisi spesifik penyedia: pemicu mungkin didasarkan pada rasio atau istilah margin yang berbeda, jadi metode perhitungan Anda harus sesuai dengan kebijakan penyedia.
- Perbedaan eksekusi: trading nyata memiliki spread bid/ask, slippage, dan waktu order. Likuidasi dapat terjadi pada harga yang kurang menguntungkan daripada yang diasumsikan dalam contoh.
- Biaya dan biaya bawaan: swap, komisi, dan efek pendanaan dapat mengubah ekuitas sebelum pergerakan harga mencapai tingkat kerugian yang diasumsikan.
- Mode kegagalan:
- Risiko gap: lompatan harga mendadak dapat menggerakkan ekuitas lebih cepat dari perkiraan, menyebabkan stop-out seketika.
- Beberapa posisi: korelasi dapat mempercepat kerugian di beberapa trading.
- Margin yang digunakan bervariasi: jika persyaratan margin berubah selama periode tersebut, asumsi “margin yang digunakan konstan” dapat gagal.
Verifikasi atau pertanyaan lanjutan
Untuk memverifikasi perhitungan stop-out secara independen, definisikan semua input dan sesuaikan dengan aturan penyedia:
- definisi ambang batas stop-out (rasio mana dan istilah mana),
- metode perubahan ekuitas (termasuk biaya jika berlaku), dan
- proses likuidasi (sebagian vs penuh, dan apakah beberapa posisi dipertimbangkan).
Jika Anda membagikan kata-kata aturan stop-out penyedia (tanpa perlu harga langsung), Anda dapat memasukkan struktur yang sama seperti di atas untuk membuat contoh kerja yang selaras dengan definisi spesifik tersebut.