Apa yang terjadi saat margin call dalam forex?
Jawaban langsung
Margin call dalam forex dipicu ketika ekuitas akun Anda turun ke level margin yang disyaratkan broker untuk posisi terbuka Anda. Secara praktis, ini menandakan bahwa Anda mungkin tidak memiliki cukup dana bebas untuk mempertahankan perdagangan saat harga bergerak melawan posisi Anda.
Jika situasi tidak membaik, apa yang terjadi selanjutnya bergantung pada kebijakan margin broker. Hasil yang umum mencakup pembatasan tambahan (seperti keterbatasan kemampuan untuk membuka posisi baru) dan, kemudian, pengurangan atau penutupan posisi otomatis ketika akun mencapai ambang batas “stop-out” yang lebih rendah.
Cara kerja margin call
Untuk memahami “apa yang terjadi,” ada baiknya menggunakan beberapa istilah dasar:
- Margin: Jumlah dana akun yang dicadangkan untuk mendukung posisi terbuka Anda.
- Ekuitas: Nilai akun termasuk laba dan rugi dari posisi terbuka.
- Free margin: Ekuitas dikurangi margin yang saat ini terikat.
- Level margin: Rasio yang membandingkan ekuitas dengan margin yang dibutuhkan (broker menghitungnya sedikit berbeda, tetapi konsepnya konsisten).
Margin call biasanya terjadi ketika level margin turun ke level margin call yang ditentukan broker. Pada titik itu, akun Anda dianggap berisiko tidak memenuhi persyaratan margin.
Jika posisi Anda terus bergerak melawan Anda, ekuitas dapat turun lebih jauh. Banyak penyedia menggunakan level stop-out terpisah yang lebih rendah. Ketika titik stop-out tersebut tercapai, broker dapat secara otomatis menutup sebagian atau seluruh posisi untuk membawa akun kembali ke dalam batas yang disyaratkan.
Contoh dan pemeriksaan praktis (konseptual)
Pertimbangkan akun dengan leverage: setelah posisi dibuka, broker mengunci margin untuk mendukungnya. Jika pasar bergerak melawan posisi, kerugian yang belum direalisasi mengurangi ekuitas. Saat ekuitas turun, level margin memburuk.
Ketika level margin mencapai level margin call, broker mengeluarkan margin call. Jika level margin terus turun, Anda kemudian mendekati stop-out. Pada stop-out, kontrol risiko otomatis broker dapat menutup posisi tanpa menunggu masukan dari Anda.
Pemeriksaan independen yang dapat Anda gunakan untuk memverifikasi konsep ini pada akun Anda sendiri adalah:
- Bandingkan nilai ekuitas dan margin yang dibutuhkan yang ditampilkan platform.
- Cari level margin yang ditampilkan platform dan ambang batas yang ditentukan vendor (sering diberi label di platform atau dokumen perjanjian).
- Tinjau definisi margin call vs. stop-out broker, karena hal itu menentukan urutan kejadian.
Keterbatasan dan risiko yang relevan
- Aturan broker berbeda: Level margin call yang tepat, apakah notifikasi dikirim, dan otomatisasi apa yang terjadi pada stop-out bersifat spesifik untuk masing-masing broker.
- Tidak ada hasil tunggal yang tetap: Margin call tidak secara otomatis berarti broker akan segera menutup perdagangan Anda; namun, tindakan yang tertunda meningkatkan kemungkinan mencapai stop-out.
- Harga dapat bergerak cepat: Masalah margin didorong oleh perubahan cepat dalam laba dan rugi pada posisi terbuka, sehingga hasilnya bergantung pada waktu.
- Tidak ada jaminan pemulihan: Bahkan jika level margin membaik, hasil bersihnya bergantung pada pergerakan harga yang mendasarinya; margin call adalah sinyal risiko, bukan prediksi pemulihan.
Untuk ekspektasi yang tepat, andalkan kebijakan margin yang dipublikasikan broker dan perhitungan serta ambang batas platform itu sendiri untuk margin call dan stop-out.