Kesalahan Apa yang Dapat Memengaruhi Perhitungan Margin?
Jawaban langsung
Perhitungan margin dapat dipengaruhi oleh beberapa kesalahan umum pada “input” dan “interpretasi”. Ini termasuk menggunakan harga pasar yang basi atau tidak cocok, salah memahami konvensi kuotasi (bagaimana pasangan mata uang diekspresikan), memilih asumsi ukuran kontrak yang salah, dan menerapkan konversi mata uang yang tidak tepat antara mata uang kuotasi instrumen dan mata uang akun. Bahkan jika metode yang digunakan benar, kesalahan ini dapat menyebabkan nilai margin yang tidak sesuai dengan apa yang akhirnya dihitung oleh penyedia.
Mekanisme: apa yang dibutuhkan perhitungan margin
Perhitungan margin biasanya mengonversi eksposur perdagangan menjadi persyaratan margin yang dinyatakan dalam mata uang akun. Perhitungan biasanya membutuhkan, setidaknya, komponen-komponen berikut:
- Harga instrumen (atau harga yang digunakan untuk penilaian saat penempatan pesanan atau pembaruan margin).
- Ukuran perdagangan yang dinyatakan dalam unit yang terkait dengan konvensi kontrak (misalnya, “lot” dengan ukuran unit dasar yang ditentukan).
- Konvensi kuotasi yang memperjelas sisi mana dari pasangan mata uang yang dirujuk oleh harga.
- Aturan konversi mata uang untuk menerjemahkan nilai eksposur ke dalam mata uang akun.
- Metode margin yang dinyatakan seperti bagaimana leverage diterapkan dan apakah biaya termasuk dalam ekuitas yang digunakan untuk pemeriksaan margin.
Prinsip kuncinya adalah pemisahan antara mekanisme yang stabil (definisi dan konvensi unit) dari kondisi yang bervariasi (snapshot harga yang tepat yang digunakan dan bagaimana ekuitas saat ini diperbarui). Hasil margin Anda hanya seandal input dan konvensi yang digunakan.
Bukti dan contoh: di mana kesalahan terjadi
1) Harga basi atau tidak cocok
Kesalahan terjadi ketika harga yang digunakan dalam perhitungan Anda tidak sama dengan harga yang digunakan oleh penyedia. Ini dapat terjadi ketika Anda menghitung setelah pasar bergerak tetapi masih menggunakan snapshot yang lebih lama, atau ketika Anda mencampur harga tengah dari satu waktu dengan harga terkait eksekusi dari waktu lain. Karena margin terkait dengan penilaian posisi, ketidakcocokan harga dapat mengubah margin yang dihitung.
Asumsi yang perlu dinyatakan: harga pasti mana yang Anda gunakan (bid, ask, atau mid), dan pada momen apa relatif terhadap pesanan atau penilaian.
2) Konvensi kuotasi: arah dan makna “base/quote”
Pasangan forex mengikuti konvensi: mata uang dasar adalah mata uang pertama yang tercantum, dan mata uang kuotasi adalah mata uang kedua. Harga yang ditampilkan memberi tahu Anda berapa banyak mata uang kuotasi yang sesuai dengan satu unit mata uang dasar (di bawah konvensi yang biasa).
Kesalahan yang sering terjadi adalah membalikkan makna ini atau menggunakan rumus konversi yang mengasumsikan arah yang berlawanan. Ini dapat membalikkan apakah eksposur Anda dikalikan atau dibagi dengan harga kuotasi, mengubah margin secara signifikan.
Asumsi yang perlu dinyatakan: orientasi base/quote yang Anda gunakan dan apakah perhitungan memperlakukan kuotasi sebagai “harga per unit dasar” secara konsisten.
3) Asumsi ukuran kontrak
Kesalahan lain adalah menggunakan pemetaan yang salah dari “lot” (atau singkatan lainnya) ke unit dasar yang sebenarnya. Banyak perhitungan margin bergantung pada ukuran unit kontrak dan bagaimana penyedia mendefinisikan “satu lot” untuk instrumen tersebut.
Jika Anda mengasumsikan ukuran kontrak yang salah, eksposur yang Anda hitung akan salah skala, dan margin dapat menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Asumsi yang perlu dinyatakan: definisi unit instrumen (ukuran kontrak per lot atau per unit perdagangan) dan hubungan antara ukuran perdagangan yang Anda nyatakan dan unit-unit tersebut.
4) Kesalahan konversi mata uang
Margin dinyatakan dalam mata uang akun, tetapi eksposur instrumen sering kali dalam mata uang instrumen itu sendiri. Jika Anda mengonversi menggunakan arah yang salah untuk nilai tukar, atau jika Anda menggunakan nilai tukar yang tidak konsisten dengan momen penilaian, angka margin Anda akan bergeser.
Misalnya, mengonversi dari mata uang kuotasi ke mata uang akun memerlukan perhatian cermat terhadap apakah nilai tukar tersebut adalah “akun per unit kuotasi” atau “kuotasi per unit akun,” dan apakah itu selaras dengan snapshot waktu yang sama dengan penilaian perdagangan.
Asumsi yang perlu dinyatakan: nilai tukar mana yang Anda gunakan, arah mana (pembilang/penyebut), dan bagaimana itu selaras dengan snapshot harga yang digunakan untuk pemeriksaan margin.
Keterbatasan dan risiko: apa yang dapat Anda verifikasi secara mandiri
Bahkan perhitungan manual yang cermat memiliki batasan:
- Metode penyedia dapat berbeda. Penyedia dapat mendefinisikan prosedur margin yang tepat, termasuk apakah mereka menggunakan bid vs ask, bagaimana mereka memperlakukan biaya, dan bagaimana mereka memperbarui ekuitas untuk pemeriksaan margin. Jika asumsi metode Anda berbeda, hasil Anda tidak akan cocok dengan hasil mereka.