Apa Itu Contoh Perhitungan ATR?

Pelajari apa itu contoh perhitungan: mekanisme, perbedaan, keterbatasan, dan pemeriksaan praktis.

Apa Itu Contoh Perhitungan ATR?

Jawaban langsung

Contoh perhitungan ATR menunjukkan bagaimana Anda mengubah sekumpulan kecil harga menjadi nilai True Range dan kemudian merata-ratakannya untuk mendapatkan ATR. Agar contoh dapat diverifikasi, angka-angka di bawah ini diasumsikan (bukan kutipan harga langsung), dan setiap asumsi perhitungan dinyatakan secara eksplisit.

Mekanisme atau definisi

ATR (Average True Range) adalah ukuran volatilitas yang didasarkan pada True Range (TR). Untuk setiap periode, TR didefinisikan sebagai nilai terbesar dari:

  1. high saat ini − low saat ini
  2. nilai absolut dari (high saat ini − close sebelumnya)
  3. nilai absolut dari (low saat ini − close sebelumnya)

Kemudian ATR biasanya merupakan rata-rata dari TR selama periode lookback yang dipilih (sering kali 14 periode dalam banyak konvensi umum). Karena panjang lookback dan data periode yang Anda pilih adalah input, ATR bukanlah angka universal tunggal; ATR bergantung pada kumpulan data dan pengaturan.

Ide kunci: ATR merangkum ukuran pergerakan, bukan arah. ATR yang lebih tinggi berarti rentang tipikal yang lebih besar pada periode yang diukur; ATR tidak memberi tahu Anda apakah harga akan naik atau turun berikutnya.

Bukti atau contoh (perhitungan yang dikerjakan)

Asumsi (dinyatakan secara eksplisit)

  • Kami menggunakan 3 periode agar perhitungannya transparan.
  • Setiap periode adalah satu bar (misalnya, satu hari). Lookback ATR dalam contoh ini adalah 3, sehingga ATR akan menjadi rata-rata dari TR1, TR2, TR3.
  • Harga diasumsikan persis seperti yang tercantum di bawah ini.

Input OHLC yang diasumsikan

Misalkan close sebelumnya untuk periode 1 diberikan sebagai C0. Kemudian untuk setiap periode t kita membutuhkan High (Ht), Low (Lt), dan close sebelumnya (Ct−1).

  • Periode 1: H1 = 1.2000, L1 = 1.1950, close sebelumnya C0 = 1.1980
  • Periode 2: H2 = 1.2020, L2 = 1.1970, close sebelumnya C1 = 1.2000
  • Periode 3: H3 = 1.2010, L3 = 1.1960, close sebelumnya C2 = 1.1975

(Perhatikan bahwa kita hanya membutuhkan close sebelumnya untuk perhitungan TR setiap periode. Contoh ini menyediakannya.)

Langkah 1: Hitung True Range (TR)

Periode 1

  • (H1 − L1) = 1.2000 − 1.1950 = 0.0050
  • |H1 − C0| = |1.2000 − 1.1980| = 0.0020
  • |L1 − C0| = |1.1950 − 1.1980| = 0.0030
  • TR1 = maks(0.0050, 0.0020, 0.0030) = 0.0050

Periode 2

  • (H2 − L2) = 1.2020 − 1.1970 = 0.0050
  • |H2 − C1| = |1.2020 − 1.2000| = 0.0020
  • |L2 − C1| = |1.1970 − 1.2000| = 0.0030
  • TR2 = maks(0.0050, 0.0020, 0.0030) = 0.0050

Periode 3

  • (H3 − L3) = 1.2010 − 1.1960 = 0.0050
  • |H3 − C2| = |1.2010 − 1.1975| = 0.0035
  • |L3 − C2| = |1.1960 − 1.1975| = 0.0015
  • TR3 = maks(0.0050, 0.0035, 0.0015) = 0.0050

Langkah 2: Rata-rata TR untuk mendapatkan ATR

Jika ATR adalah rata-rata dari TR selama 3 periode ini:

  • ATR(3) = (TR1 + TR2 + TR3) / 3 = (0.0050 + 0.0050 + 0.0050) / 3 = 0.0050

Jadi, di bawah asumsi eksplisit ini, ATR sama dengan 0.0050 dalam satuan harga dari seri input.

Cara Anda dapat memverifikasinya secara mandiri

Hitung ulang TR1, TR2, TR3 menggunakan rumus yang sama dan nilai H/L/close sebelumnya yang diasumsikan sama, kemudian ambil rata-rata aritmatikanya. Jika ada nilai yang berbeda, perbedaan tersebut pasti berasal dari kumpulan data input yang berbeda, definisi periode yang berbeda, atau panjang rata-rata yang berbeda.

Keterbatasan dan risiko (mode kegagalan material)

  • Tidak arah: ATR mengukur besarnya volatilitas. Menggunakan ATR saja untuk menyimpulkan arah dapat gagal karena arah bergantung pada struktur harga, bukan hanya ukuran rentang.
  • Pilihan input mengubah ATR: Timeframe bar yang berbeda (harian vs per jam), panjang lookback yang berbeda, atau penyesuaian vendor data yang berbeda dapat mengubah TR dan karenanya ATR.
  • Perubahan rezim: Volatilitas dapat berubah secara tiba-tiba. ATR masa lalu (bahkan jika dihitung dengan benar) mungkin tidak mencerminkan volatilitas masa depan ketika kondisi pasar berubah.
  • Efek biaya dan eksekusi: ATR dihitung dari rentang harga, tetapi hasil nyata bergantung pada spread, slippage, dan biaya, yang dapat menjadi material relatif terhadap skala pergerakan.

Verifikasi atau pertanyaan berikutnya

Untuk memperdalam pemahaman, Anda dapat mengulangi contoh perhitungan dengan lookback yang berbeda (misalnya, 5 periode) dan mengonfirmasi bagaimana nilai ATR bergerak ketika nilai TR bervariasi. Pertanyaan berikutnya yang berguna adalah: bagaimana TR akan berubah jika high atau low suatu periode jauh dari close sebelumnya (misalnya, gap besar), karena TR mengambil maksimum dari tiga istilah?

Perdagangan forex dan CFD memiliki risiko besar. Informasi FoxiForex bersifat edukatif dan bukan nasihat keuangan pribadi. Penempatan bersponsor diberi label dengan jelas.