Cara Menghitung Pivot Point dalam Forex
Apa itu pivot point dalam forex
Pivot point dalam forex adalah serangkaian level yang digunakan sebagai acuan untuk kemungkinan “keseimbangan” harga dan untuk area support dan resistance yang dipetakan. Perhitungannya biasanya didasarkan pada nilai High, Low, dan Close dari periode perdagangan sebelumnya (sering kali dari hari sebelumnya atau minggu sebelumnya). Karena trader dan alat charting yang berbeda menggunakan rumus pivot dan timeframe yang berbeda, angka pastinya dapat bervariasi.
Cara kerja perhitungan pivot point
Titik awal yang paling umum adalah pivot sentral (P):
- Pivot (P) = (High + Low + Close) / 3
Dari pivot ini, level support (S) dan resistance (R) dihitung. Varian yang banyak digunakan untuk level turunan adalah:
- Support 1 (S1) = (2 × P) − High
- Resistance 1 (R1) = (2 × P) − Low
- Support 2 (S2) = P − (High − Low)
- Resistance 2 (R2) = P + (High − Low)
Beberapa sistem juga menghitung level yang lebih dalam (misalnya, S3/R3) dengan offset tambahan, tetapi ide utamanya tetap sama: pivot sentral berasal dari H/L/C periode sebelumnya, dan level S/R diturunkan dengan menerapkan hubungan aritmatika yang dapat diprediksi.
Contoh dan pemeriksaan cepat
Asumsikan nilai periode sebelumnya adalah:
- High = 1.1050
- Low = 1.0950
- Close = 1.1000
- Hitung pivot:
- P = (1.1050 + 1.0950 + 1.1000) / 3 = 1.1000
- Hitung level:
- R1 = (2 × 1.1000) − 1.0950 = 1.1050
- S1 = (2 × 1.1000) − 1.1050 = 1.0950
- R2 = 1.1000 + (1.1050 − 1.0950) = 1.1100
- S2 = 1.1000 − (1.1050 − 1.0950) = 1.0900
Pemeriksaan cepat:
- Jika High sama dengan Close, maka R1 dapat sejajar dengan High berdasarkan aritmatika rumus ini.
- Jika High − Low besar, jarak antara S2 dan R2 melebar karena keduanya menggunakan offset rentang yang sama.
Keterbatasan dan risiko yang relevan
Pivot point adalah level referensi, bukan perkiraan. Keterbatasan utamanya meliputi:
- Perbedaan rumus: Metode pivot point lain ada (menggunakan input lain atau matematika yang berbeda). Angka pivot Anda mungkin tidak cocok dengan grafik lain meskipun menggunakan timeframe yang sama.
- Pilihan timeframe: Menggunakan data harian sebelumnya vs. data mingguan mengubah input H/L/C, sehingga level yang dihasilkan berubah.
- Ketidakpastian pasar: Pergerakan harga forex dipengaruhi oleh banyak faktor; level pivot dapat ditembus tanpa “menghormatinya”.
- Akurasi input: High/Low/Close bergantung pada definisi sumber data (misalnya, bagaimana platform mendefinisikan sesi). Perbedaan kecil pada input menghasilkan output yang berbeda.
Cara yang berguna untuk memverifikasi perhitungan adalah menghitung ulang level secara manual dari nilai High/Low/Close yang tepat yang ditampilkan oleh platform Anda untuk periode sebelumnya yang dipilih, lalu bandingkan dengan level pivot yang diplot pada grafik.