Apa itu contoh perhitungan Tema?
Jawaban langsung
Contoh perhitungan TEMA (Triple Exponential Moving Average) menunjukkan proses kalkulasi lengkap pada sekumpulan kecil angka menggunakan asumsi yang dinyatakan (periode, metode awal EMA, dan konstanta penghalusan). Tujuannya adalah memungkinkan Anda mereproduksi nilai TEMA yang sama secara mandiri, tanpa memperlakukan TEMA sebagai sinyal beli atau jual yang berdiri sendiri.
Mekanisme atau definisi
TEMA adalah rata-rata bergerak yang menerapkan penghalusan eksponensial beberapa kali dan menggabungkan hasilnya untuk mengurangi lag dibandingkan dengan EMA tunggal.
Untuk menghitung TEMA, pertama pilih panjang periode n dan rangkaian harga (misalnya, harga penutupan setiap langkah waktu). Konstanta penghalusan eksponensial adalah:
- α = 2 / (n + 1)
Kemudian hitung:
- EMA1(t) dari harga mentah
- EMA2(t) sebagai EMA dari EMA1(t)
- EMA3(t) sebagai EMA dari EMA2(t)
Terakhir, gabungkan semuanya (bentuk umum) sebagai:
- TEMA(t) = 3·EMA1(t) − 3·EMA2(t) + EMA3(t)
Asumsi kunci: Anda harus menentukan bagaimana menginisialisasi nilai EMA di awal. Platform yang berbeda menggunakan konvensi yang berbeda (misalnya, menggunakan harga pertama sebagai EMA awal, atau menggunakan rata-rata sederhana atas n poin pertama). Pilihan itu memengaruhi nilai TEMA awal.
Bukti atau contoh
Di bawah ini adalah satu skenario numerik yang transparan. Ini bukan data langsung; ini adalah demonstrasi mandiri.
Asumsi (nyatakan ini agar Anda dapat memverifikasi):
- Panjang periode n = 3.
- Konstanta penghalusan α = 2 / (3 + 1) = 0,5.
- Rangkaian harga (langkah waktu t1–t6):
- t1=100, t2=102, t3=101, t4=103, t5=104, t6=103.
- Metode inisialisasi: EMA1(t1) = harga(t1), dan EMA2(t1) = EMA1(t1), EMA3(t1) = EMA2(t1).
Langkah 1: EMA1 Aturan: EMA1(t) = α·Harga(t) + (1−α)·EMA1(t−1).
- EMA1(t1)=100
- EMA1(t2)=0,5·102 + 0,5·100 = 101
- EMA1(t3)=0,5·101 + 0,5·101 = 101
- EMA1(t4)=0,5·103 + 0,5·101 = 102
- EMA1(t5)=0,5·104 + 0,5·102 = 103
- EMA1(t6)=0,5·103 + 0,5·103 = 103
Langkah 2: EMA2 (EMA dari EMA1) Aturan: EMA2(t) = α·EMA1(t) + (1−α)·EMA2(t−1).
- EMA2(t1)=EMA1(t1)=100
- EMA2(t2)=0,5·101 + 0,5·100 = 100,5
- EMA2(t3)=0,5·101 + 0,5·100,5 = 100,75
- EMA2(t4)=0,5·102 + 0,5·100,75 = 101,375
- EMA2(t5)=0,5·103 + 0,5·101,375 = 102,1875
- EMA2(t6)=0,5·103 + 0,5·102,1875 = 102,59375
Langkah 3: EMA3 (EMA dari EMA2) Aturan: EMA3(t) = α·EMA2(t) + (1−α)·EMA3(t−1).
- EMA3(t1)=EMA2(t1)=100
- EMA3(t2)=0,5·100,5 + 0,5·100 = 100,25
- EMA3(t3)=0,5·100,75 + 0,5·100,25 = 100,5
- EMA3(t4)=0,5·101,375 + 0,5·100,5 = 100,9375
- EMA3(t5)=0,5·102,1875 + 0,5·100,9375 = 101,5625
- EMA3(t6)=0,5·102,59375 + 0,5·101,5625 = 102,078125
Langkah 4: Gabungkan untuk mendapatkan TEMA TEMA(t) = 3·EMA1(t) − 3·EMA2(t) + EMA3(t).
- TEMA(t1)=3·100 − 3·100 + 100 = 100
- TEMA(t2)=3·101 − 3·100,5 + 100,25 = 100,75
- TEMA(t3)=3·101 − 3·100,75 + 100,5 = 101,25
- TEMA(t4)=3·102 − 3·101,375 + 100,9375 = 101,875
- TEMA(t5)=3·103 − 3·102,1875 + 101,5625 = 102,9375
- TEMA(t6)=3·103 − 3·102,59375 + 102,078125 = 102,96875
Yang dapat Anda verifikasi secara mandiri: Jika Anda menggunakan n yang sama, α yang sama, harga input yang sama, dan aturan inisialisasi EMA yang sama, Anda harus mereproduksi nilai EMA1/EMA2/EMA3 yang sama dan dengan demikian output TEMA yang sama (dalam batas pembulatan).
Keterbatasan dan risiko
- Inisialisasi mengubah nilai awal. Jika alat data Anda menginisialisasi EMA secara berbeda, beberapa titik TEMA pertama dapat berbeda bahkan jika titik-titik berikutnya konvergen. 2. Pengurangan lag bukanlah penghapusan. TEMA dapat bereaksi lebih cepat daripada EMA tunggal, tetapi tetap menghaluskan dan karenanya dapat tertinggal selama pergerakan mendadak. 3. Penanganan data itu penting. Menggunakan kerangka waktu yang berbeda, interval pengambilan sampel yang tidak konsisten, atau bidang harga yang berbeda (harga penutupan vs. harga tipikal) menghasilkan kurva TEMA yang berbeda. 4. Menafsirkannya sebagai sinyal yang berdiri sendiri adalah mode kegagalan.