Cara Menghitung TSI (True Strength Index)
Jawaban langsung
TSI (True Strength Index) dihitung dengan memulai dari deret momentum, menerapkan dua tingkat penghalusan eksponensial pada momentum dan nilai absolutnya, lalu membentuk sebuah rasio. Karena hasilnya bergantung pada periode penghalusan yang dipilih dan deret harga input yang tepat, Anda hanya dapat memverifikasi nilai TSI dengan menggunakan rumus, parameter, dan data yang sama.
Mekanisme: definisi, input, dan rumus inti
TSI mengubah pergerakan harga menjadi sebuah indeks yang diskalakan relatif terhadap seberapa besar momentum terkini. Perhitungannya biasanya menggunakan komponen-komponen berikut:
-
Pilih deret harga Pilih deret input yang digunakan indikator (biasanya deret harga penutupan). Gunakan satu frekuensi yang konsisten (misalnya, bar harian atau bar per jam). Nilai indikator yang Anda hitung akan berbeda jika Anda mengubah frekuensi data atau kolom harga yang mendasarinya.
-
Hitung momentum Definisi momentum yang umum untuk TSI dimulai dari perubahan harga satu periode:
- Misalkan (P_t) adalah harga yang dipilih pada waktu (t).
- Definisikan momentum (m_t = P_t - P_{t-1}).
- Penghalusan eksponensial ganda TSI menerapkan rata-rata bergerak eksponensial (EMA) dua kali:
- Pertama, haluskan deret momentum dengan EMA cepat dengan panjang (N_1).
- Kemudian, haluskan hasilnya lagi dengan EMA lambat dengan panjang (N_2). Proses penghalusan dua langkah yang sama dilakukan untuk momentum absolut (|m_t|), karena TSI menskalakan momentum bertanda dengan besaran momentum terkini.
Cara standar untuk menyatakan komponen-komponen tersebut adalah:
- (s_t = EMA_{N_1}(m_t))
- (s’t = EMA{N_2}(s_t))
- (a_t = EMA_{N_1}(|m_t|))
- (a’t = EMA{N_2}(a_t))
- Bentuk indeks sebagai rasio berskala Terakhir, TSI biasanya didefinisikan sebagai persentase dari momentum yang dihaluskan ganda dibagi dengan momentum absolut yang dihaluskan ganda:
- (TSI_t = 100 \times \frac{s’_t}{a’_t})
Makna rasio
- Pembilang melacak arah (karena (m_t) bisa positif atau negatif).
- Penyebut menskalakan nilai dengan besaran momentum terkini (karena menggunakan (|m_t|), yang non-negatif).
- Mengalikan dengan 100 adalah pilihan penskalaan; beberapa implementasi mungkin menghasilkan nilai di sekitar skala tersebut, sementara yang lain mungkin tidak.
Parameter yang harus Anda tentukan
Untuk menghitung TSI, Anda memerlukan setidaknya:
- (N_1): periode EMA cepat untuk momentum dan momentum absolut
- (N_2): periode EMA lambat untuk penghalusan kedua
Bukti atau contoh: cara mereproduksi satu nilai TSI secara independen
Untuk memverifikasi perhitungan sendiri, pilih rentang waktu kecil dan hitung langkah demi langkah menggunakan input dan parameter yang sama dengan yang ingin Anda gunakan.
Alur kerja verifikasi yang konkret:
- Tetapkan data Anda: pilih nilai (P_t) untuk rentang tanggal tertentu pada satu frekuensi.
- Pilih (N_1) dan (N_2).
- Hitung momentum (m_t = P_t - P_{t-1}).
- Hitung (|m_t|).
- Hitung (EMA_{N_1}(m_t)) dan (EMA_{N_1}(|m_t|)).
- Hitung (EMA_{N_2}) dari masing-masing deret antara tersebut.
- Hitung (TSI_t = 100 \times s’_t / a’_t) pada indeks waktu spesifik yang ingin Anda periksa.
Asumsi penting untuk reproduksibilitas
Perangkat lunak charting yang berbeda mungkin memiliki perbedaan dalam detail implementasi, jadi sertakan asumsi-asumsi ini saat Anda mereproduksi hasil:
- Inisialisasi EMA: EMA memerlukan nilai awal; implementasi dapat dimulai dengan titik data pertama, dengan seed SMA, atau dengan konvensi lainnya.
- Penanganan periode awal: sebelum titik data yang cukup tersedia, beberapa output mungkin tidak terdefinisi, tertunda, atau dihitung dengan inisialisasi yang kurang andal.
- Definisi momentum yang tepat: beberapa definisi menggunakan perubahan harga secara langsung; yang lain menggunakan variasi, tetapi struktur momentum/absolut-momentum yang dihaluskan ganda adalah gagasan utamanya.
Keterbatasan dan mode kegagalan: apa yang bisa salah
-
Pembagian dengan penyebut kecil Karena TSI menggunakan rasio dengan penyebut berdasarkan (EMA) dari (|m_t|), penyebut bisa menjadi sangat kecil ketika momentum mendekati nol selama suatu periode. Hal ini dapat membuat indeks tidak stabil atau menghasilkan nilai yang bereaksi kuat terhadap perubahan kecil.
-
Sensitivitas parameter Mengubah (N_1) dan (N_2) mengubah tingkat responsivitas efektif. (N_2) yang lebih lambat (lebih besar) biasanya membuat indikator lebih halus dan merespons lebih lambat. Ini memengaruhi perbandingan apa pun yang Anda buat antara nilai TSI yang dihitung dengan pengaturan berbeda.
-
Ketidakcocokan kolom data dan frekuensi TSI yang dihitung dari satu kolom harga (misalnya penutupan versus kolom lain yang tersedia) atau satu frekuensi waktu tidak akan cocok dengan TSI yang dihitung dari kolom atau frekuensi yang berbeda.
-
Perbedaan inisialisasi EMA Bahkan jika rumusnya terlihat identik, cara berbeda dalam menginisialisasi EMA dapat menyebabkan nilai deret awal yang berbeda. Jika Anda membandingkan TSI yang Anda hitung dengan nilai platform, selaraskan perilaku inisialisasi atau bandingkan hanya setelah cukup banyak periode berlalu.
-
Sifat transformasi yang non-prediktif TSI adalah representasi momentum yang ditransformasikan. Nilai indeks yang dihitung tidak menjamin hubungan masa depan apa pun dengan imbal hasil; hubungan historis dapat berubah seiring dengan rezim pasar, biaya, eksekusi, dan kondisi data.
Verifikasi: apa yang harus diperiksa selanjutnya
Jika tujuan Anda adalah menjelaskan secara akurat dan memverifikasi perhitungan TSI secara independen, konfirmasikan hal-hal berikut dalam pengaturan Anda sendiri:
- Deret harga (P_t) mana yang digunakan (dan pada frekuensi apa).
- Definisi momentum yang tepat yang digunakan untuk membentuk (m_t).
- Panjang EMA (N_1) dan (N_2).
- Konvensi inisialisasi EMA (bagaimana nilai awal di-seed).
- Bagaimana indikator menangani periode awal atau kasus di mana penyebutnya sangat kecil.
Jika Anda membagikan nilai parameter spesifik dan sumber data yang Anda gunakan (misalnya kolom harga dan kerangka waktu), Anda dapat mereplikasi langkah-langkahnya secara tepat dan membandingkan nilai yang Anda hitung dengan output referensi.