Apa itu contoh perhitungan Spread Widening?
Apa yang dimaksud dengan spread widening (definisi)
Spread widening adalah peningkatan selisih antara harga bid dan harga ask dari suatu instrumen yang dapat diperdagangkan. Secara sederhana, ini berarti pasar (atau kuotasi penyedia) menawarkan harga yang lebih buruk untuk membeli dan menjual pada saat yang bersamaan.
Dua mekanisme penting yang perlu diperhatikan:
- Bid–ask spread adalah jarak antara bid (harga jual instan Anda) dan ask (harga beli instan Anda).
- Dampak biaya transaksi terjadi karena, untuk berpindah dari tanpa posisi ke memiliki posisi dan kembali lagi, Anda biasanya menghadapi spread dua kali (entri dan exit).
Apakah spread widening terjadi karena kondisi pasar (perubahan likuiditas, volatilitas) atau karena penyedia memperbarui kuotasi secara berbeda dapat bervariasi. Contoh perhitungan di bawah ini mengasumsikan model kuotasi penyedia yang tetap untuk mengisolasi perhitungan aritmetikanya.
Contoh perhitungan: satu skenario dengan asumsi eksplisit
Asumsi
Agar contoh dapat diverifikasi, asumsikan:
- Anda memulai tanpa posisi.
- Ada satu instrumen.
- Anda dapat membeli di harga ask dan kemudian menjual di harga bid.
- Satu-satunya perubahan antar waktu adalah level spread; pergerakan harga tengah (mid-price) ditetapkan nol demi kejelasan.
- Tidak ada komisi, biaya pendanaan, atau biaya lainnya yang disertakan (ditetapkan 0) sehingga efek spread terlihat jelas.
- Anda memperdagangkan ukuran posisi 1.000 unit.
- Konvensi kuotasi konsisten: jika spread melebar, bid turun dan ask naik di sekitar mid yang sama (mid tetap konstan dalam pengaturan sederhana ini).
Langkah 1: Sebelum widening
Misalkan harga tengah (mid-price) adalah 1,20000 dalam satuan harga. Asumsikan spread awal adalah 0,00020, sehingga:
- Ask = 1,20000 + 0,00010 = 1,20010
- Bid = 1,20000 − 0,00010 = 1,19990
Jika Anda membeli di harga ask, basis biayanya adalah 1,20010.
Langkah 2: Spread melebar
Sekarang asumsikan spread meningkat menjadi 0,00060, sementara harga tengah tetap pada 1,20000 (ini mengisolasi spread widening dari pergerakan harga directional). Kuotasi baru menjadi:
- Ask = 1,20000 + 0,00030 = 1,20030
- Bid = 1,20000 − 0,00030 = 1,19970
Langkah 3: “Biaya spread” terealisasi untuk round trip
Dalam contoh sederhana ini, bayangkan Anda masuk pada kuotasi pertama dan menutup posisi pada bid yang lebih baru. Profit atau loss Anda relatif terhadap entri bergantung pada ask saat entri dan bid saat exit.
- Entri (beli): membayar 1,20010
- Exit (jual): menerima 1,19970
- Selisih harga = 1,19970 − 1,20010 = −0,00040
Untuk posisi 1.000 unit, efek moneter (tanpa perlu detail konversi mata uang) sebanding dengan selisih harga tersebut. Dalam bentuk sederhana “satuan harga × kuantitas”, perubahannya adalah:
- −0,00040 × 1.000 = −0,40 (dalam “satuan harga diskalakan dengan kuantitas”).
Jika spread tidak melebar (tetap di 0,00020), dan Anda masuk serta keluar dengan kuotasi awal, Anda akan membandingkan ask entri 1,20010 dengan bid exit 1,19990:
- Selisih = 1,19990 − 1,20010 = −0,00020
- Efek = −0,00020 × 1.000 = −0,20
Jadi, berdasarkan asumsi ini, kerugian dari spread yang lebih lebar dibandingkan yang lebih sempit adalah:
- Biaya tambahan terealisasi = −0,40 − (−0,20) = −0,20
Kesimpulan utama
Dalam skenario terkontrol ini, spread widening meningkatkan biaya round trip Anda meskipun harga tengah tidak berubah. Di pasar nyata, harga tengah dan spread dapat bergerak bersamaan, sehingga hasil yang diamati merupakan campuran dari pergerakan harga dan perubahan spread/kuotasi.
Keterbatasan dan risiko (apa yang tidak dijamin oleh contoh ini)
- Spread dan eksekusi riil tidak dijamin sesuai kuotasi. Order dapat terisi pada waktu yang berbeda, mungkin pada level bid/ask yang berbeda, sehingga perhitungan berdasarkan “satu kuotasi sebelum dan satu kuotasi sesudah” dapat berbeda dari hasil terealisasi.
- Biaya, komisi, dan pendanaan tidak disertakan di sini. Biaya riil dapat mencakup biaya tambahan yang mungkin lebih besar daripada komponen spread murni.
- Harga tengah dapat bergerak. Dalam perdagangan aktual, pergerakan harga tengah yang menguntungkan dapat mengimbangi biaya spread, dan pergerakan yang merugikan dapat memperbesarnya. Contoh ini mengisolasi efek spread dengan mengasumsikan mid tetap konstan.
- Kondisi likuiditas dapat berubah secara tiba-tiba. Spread widening dapat terjadi bersamaan dengan penurunan likuiditas, yang dapat meningkatkan slippage (eksekusi lebih buruk dari kuotasi terakhir yang ditampilkan).
Setidaknya, perlakukan spread widening sebagai faktor biaya dan kualitas eksekusi, bukan sebagai prediktor arah yang berdiri sendiri.