Cara mendapatkan data volume forex
Jawaban langsung: cara mendapatkan data volume forex
“Data volume” forex adalah ukuran aktivitas trading, tetapi tidak dicatat dengan satu cara universal di seluruh pasar FX. Untuk mendapatkannya, Anda perlu mulai dengan memilih cakupan yang Anda pedulikan (misalnya, pasangan mata uang tertentu, satu jam, atau satu venue) dan kemudian mengumpulkan volume dari sumber yang menyatakan definisi pengukurannya.
Cara kerja data volume forex
Trading forex biasanya terjadi di berbagai venue eksekusi dan pengaturan counterparty, sehingga “volume” dapat memiliki arti yang berbeda. Definisi praktis yang umum meliputi:
- Volume turnover/notional: berapa banyak uang yang diwakili oleh kontrak yang diperdagangkan (sering kali berdasarkan ukuran kontrak).
- Jumlah transaksi: berapa banyak transaksi individual yang terjadi.
- Kontrak atau lot: berapa banyak unit yang diperdagangkan.
- Volume khusus venue: volume untuk venue atau platform eksekusi tertentu.
Saat Anda mengambil data, item verifikasi yang paling penting adalah:
- Cakupan instrumen: pasangan mata uang atau instrumen mana yang disertakan.
- Jendela waktu: apakah angka tersebut per menit, per hari, atau interval lainnya.
- Definisi volume: notional vs jumlah transaksi vs kontrak, dan apakah sumber menggunakan ukuran kontrak standar.
- Metode agregasi: apakah volume dijumlahkan di seluruh venue, difilter, atau disesuaikan.
Metode untuk mendapatkan data volume forex
Anda umumnya bisa mendapatkan data volume forex dengan cara berikut:
1) Data venue dan sumber eksekusi
Jika Anda trading atau memantau aktivitas melalui lingkungan eksekusi tertentu, lingkungan tersebut dapat menyediakan metrik volume untuk instrumen yang tersedia di sana. Ini bisa konsisten untuk venue tersebut, tetapi tidak otomatis mewakili seluruh pasar FX global.
2) Laporan pasar agregat
Beberapa penyedia menerbitkan statistik aktivitas FX yang diagregasi. Kuncinya adalah laporan tersebut harus menentukan apa yang diagregasinya (pasangan mana, venue mana, dan definisi volume mana).
3) Vendor data pasar
Vendor data pasar sering menyusun dan menormalkan aktivitas trading di berbagai feed data. Namun, “normalisasi” tetap bergantung pada asumsi dan definisi vendor, sehingga perbandingan memerlukan pencocokan definisi tersebut.
4) Indikator publik dan proksi
Beberapa kumpulan data yang banyak digunakan tidak secara langsung melaporkan “volume” FX dalam arti yang paling ketat, tetapi menyediakan ukuran terkait (misalnya, ringkasan likuiditas atau pergerakan harga). Ini bisa berguna, tetapi tidak sama dengan volume trading yang terukur.
Contoh pemeriksaan sebelum Anda mengandalkan data
Sebelum menggunakan rangkaian volume apa pun, bandingkan setidaknya item-item ini di seluruh sumber dan analisis yang Anda maksudkan:
- Jika Anda mengharapkan volume notional, konfirmasikan unitnya (misalnya, ekuivalen mata uang dasar) dan aturan ukuran kontrak.
- Jika Anda mengharapkan volume real-time, konfirmasikan apakah sumber memperbarui secara berkelanjutan atau menerbitkan setelah penundaan.
- Jika Anda membandingkan dua penyedia, verifikasi bahwa keduanya menggunakan daftar instrumen dan zona waktu/interval waktu yang sama.
Keterbatasan dan risiko
Data volume forex memiliki keterbatasan yang melekat:
- Definisi yang tidak seragam: sumber yang berbeda dapat mengukur konsep yang berbeda (notional vs jumlah transaksi), sehingga angka dapat berbeda.
- Cakupan parsial: satu sumber mana pun hanya dapat mencakup venue atau jalur eksekusi tertentu.
- Pembaruan dan latensi: beberapa kumpulan data tertunda atau direvisi, yang memengaruhi perbandingan.
Karena ketidakpastian ini, pendekatan teraman adalah memperlakukan angka volume sebagai pengukuran yang ditentukan sumber dan mendokumentasikan definisi pengukuran, cakupan, dan jendela waktu yang Anda gunakan.