Bagaimana Slippage di Sekitar Berita Dapat Berubah di Pasar yang Volatil
Jawaban langsung
Slippage di sekitar berita dapat berubah selama pasar yang volatil karena harga yang Anda perdagangkan (atau kuotasi yang Anda lihat) dan harga yang sebenarnya Anda dapatkan dapat menyimpang. Penyimpangan itu sering tumbuh ketika pasar mengalami celah sementara, eksekusi yang lebih lambat atau lebih bervariasi, dan kedalaman order book yang lebih tipis selama rilis informasi besar.
Apa arti “slippage di sekitar berita”
Slippage adalah perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga yang dieksekusi. Di sekitar berita, “diharapkan” dapat berarti harga yang tersirat ketika Anda mengirimkan order, kuotasi terbaru yang Anda amati, atau level yang Anda targetkan dengan limit order. Poin kuncinya adalah bahwa eksekusi terjadi pada momen tertentu, sementara kuotasi dan harga dapat bergerak dengan cepat.
Model sederhana:
- Anda mengirimkan order pada waktu T0.
- Antara T0 dan saat order mencapai sistem perdagangan dan cocok (waktu T1), pasar dapat bergerak.
- Jika harga yang tersedia pada T1 berbeda dari yang Anda harapkan, harga eksekusi berbeda.
Dalam kondisi stabil, perbedaan antara kuotasi dan pengisian order seringkali kecil. Selama momen berita yang volatil, perbedaan dapat melebar karena keadaan pasar berubah lebih cepat daripada penanganan order dapat mengimbanginya.
Mengapa volatilitas dan berita dapat memperburuk slippage
1) Celah harga dan kuotasi yang melonjak
Celah berarti harga yang diperdagangkan bergerak dari satu level ke level yang berbeda secara signifikan dengan sedikit atau tanpa perdagangan di antaranya. Bahkan jika kuotasi muncul pada satu harga, kecocokan pertama yang tersedia setelah order Anda tiba mungkin pada harga yang lebih buruk. Ini bisa sangat terlihat di sekitar rilis informasi mendadak ketika banyak peserta bereaksi pada saat yang sama.
2) Latensi dan variabilitas dalam waktu eksekusi
Eksekusi tidak instan dalam praktiknya. Penundaan dapat berasal dari transmisi jaringan, proses pencocokan internal, atau perutean ke tempat order dicocokkan. Ketika latensi meningkat atau menjadi lebih bervariasi, waktu kedatangan order Anda relatif terhadap pergerakan pasar berubah, meningkatkan kemungkinan bahwa pengisian order Anda terjadi setelah harga bergeser.
Cara yang berguna untuk memikirkan ini adalah “kesalahan waktu”:
- Pasar bergerak terus menerus (atau bertahap) melalui interval dari T0 ke T1.
- Order Anda secara efektif mengambil sampel pasar pada T1.
- Kesalahan waktu yang lebih besar umumnya berarti ketidakcocokan harga yang lebih besar.
3) Penarikan likuiditas dan penipisan order book
Likuiditas menggambarkan kemampuan untuk membeli atau menjual dengan dampak harga yang terbatas, sering terlihat sebagai kedalaman yang tersedia di berbagai tingkat harga. Selama berita yang volatil, likuiditas dapat sementara ditarik: lebih sedikit order yang berada dekat dengan pasar, spread dapat melebar, dan kedalaman dapat berkurang. Ketika ada lebih sedikit kedalaman di dekat order Anda, eksekusi Anda dapat “berjalan” ke harga yang lebih buruk untuk menemukan kecocokan.
4) Efek penanganan order (limit, pengisian parsial, dan antrean)
Bagaimana order diproses dapat mengubah slippage yang diamati:
- Limit order mungkin tidak terisi segera dan dapat terisi kemudian pada harga yang berbeda, atau hanya sebagian, jika kondisi berubah.
- Market order memprioritaskan eksekusi, sehingga mereka dapat terisi pada harga terbaik yang tersedia pada T1, yang bisa lebih buruk selama volatilitas.
- Antrean dan prioritas dapat berarti order Anda cocok setelah order lain, secara efektif mengubah tingkat harga yang Anda temui.
5) Pelebaran spread bid-ask
Selama volatilitas yang didorong berita, spread bid-ask dapat melebar. Bahkan jika harga tengah tidak banyak bergerak, “jarak” antara harga beli dan jual berubah, sehingga harga yang Anda bayar atau terima dapat bergerak lebih dari yang diharapkan dari periode yang lebih tenang.
Keterbatasan material dan mode kegagalan
Setidaknya empat keterbatasan penting dapat mempengaruhi hasil ketika mencoba bernalar tentang slippage:
- Asumsi tentang apa yang “diharapkan”: Jika “harga yang diharapkan” didasarkan pada kuotasi yang dengan cepat menjadi basi, slippage yang dihitung dapat berbeda dari apa yang akan Anda lihat jika Anda mengukur ekspektasi secara berbeda.
- Perilaku pasar yang tidak stasioner: Hubungan yang diamati di periode tenang tidak selalu berlaku selama lonjakan berita; struktur pasar dapat berubah dalam hitungan detik.
- Ketidakpastian eksekusi: Pengisian parsial, pengisian tertunda, dan antrean order dapat membuat slippage terlihat tidak konsisten di seluruh order yang terlihat serupa.
- Kegagalan sistem dan kasus tepi: Order dapat dijeda, ditolak, atau dieksekusi dalam kondisi abnormal (misalnya, ketidakmampuan sementara untuk mencocokkan atau likuiditas yang tersedia berubah dengan cepat), menciptakan hasil yang tidak ditangkap oleh model sederhana.