Mata uang cadangan, dalam bahasa sederhana
Mata uang cadangan adalah mata uang yang banyak institusi—seperti pemerintah dan pelaku keuangan besar lainnya—umumnya simpan, gunakan untuk transaksi internasional, dan gunakan sebagai acuan di pasar. Dalam artikel ini, “penggunaan” mata uang cadangan berarti dua hal praktis: (1) mata uang tersebut dapat disimpan sebagai cadangan valuta asing dan (2) mata uang tersebut dapat digunakan sebagai mata uang perdagangan/penyelesaian untuk pembayaran lintas negara.
Karena definisi dapat berbeda-beda menurut sumber, contoh terbukti ini memakai definisi yang netral dan operasional: “mata uang cadangan” adalah mata uang yang di dalamnya sebuah institusi menyimpan saldo dan/atau di mana harga internasional untuk transaksi tertentu dinyatakan.
Contoh terbukti: biaya dan saldo ketika pembayaran memakai mata uang cadangan
Skenario dan asumsi (dinyatakan sepenuhnya)
Kita memodelkan sebuah rantai sederhana yang hipotetis. Tidak ada harga langsung yang digunakan.
Asumsi:
- Seorang importir di Negara A harus membayar eksportir di Negara B untuk sebuah pengiriman.
- Harga kontrak dikutip dalam Mata Uang R (mata uang cadangan). Anggap R sebagai mata uang acuan yang banyak digunakan.
- Mata uang lokal importir adalah L.
- Kurs dikutip sebagai: 1 unit L = X unit R.
- Importir mengharapkan untuk membeli jumlah R yang diperlukan pada saat pembayaran.
- Biaya/spread diabaikan pada kasus dasar (kita akan menambahkan keterbatasan nanti).
Angka yang digunakan:
- Kebutuhan kontrak: 10,000 unit Mata Uang R.
- Kurs Hari 1 (kurs perencanaan importir): 1 L = 0.50 R.
- Kurs Hari 2 (kurs pembayaran): 1 L = 0.40 R.
Langkah 1: Konversi kebutuhan R menjadi biaya dalam mata uang lokal
Biaya Hari 2 dalam mata uang lokal:
- R yang diperlukan = 10,000.
- Jika 1 L = 0.40 R, maka 1 R = 1 / 0.40 = 2.5 L.
- Biaya dalam L = 10,000 R × 2.5 L/R = 25,000 L.
Sebagai perbandingan, pada kurs perencanaan Hari 1:
- Jika 1 L = 0.50 R, maka 1 R = 2.0 L.
- Biaya yang direncanakan = 10,000 R × 2.0 L/R = 20,000 L.
Langkah 2: Interpretasi
Dalam skenario ini, mata uang lokal L melemah dibanding mata uang cadangan R (0.50 menjadi 0.40 R per L). Akibatnya, biaya dalam mata uang lokal importir meningkat dari 20,000 L menjadi 25,000 L.
Ini mengilustrasikan mekanisme inti yang sering dikaitkan dengan penetapan harga berbasis mata uang cadangan: ketika harga internasional direferensikan dalam mata uang cadangan, beban dalam mata uang lokal bergantung pada kurs mata uang lokal terhadap mata uang cadangan pada waktu pembayaran.
Langkah 3: Tambahkan tampilan “saldo cadangan” (gaya bank sentral)
Sekarang asumsikan sebuah institusi di Negara A ingin memegang cadangan agar dapat membayar impor atau menstabilkan likuiditas kurs.
Asumsi tambahan:
- Institusi memegang cadangan R.
- Institusi harus menutup pembayaran R yang sama sebesar 10,000 pada Hari 2.
- Institusi memulai dengan tepat 12,000 R cadangan.
Maka:
- Setelah membayar 10,000 R, cadangan tersisa = 12,000 R − 10,000 R = 2,000 R.
Jika cadangan tersebut justru didenominasikan terutama dalam mata uang lokal, “ruang” cadangan (reserve headroom) akan terpengaruh secara berbeda oleh pergerakan kurs. Kerangka mata uang cadangan itu penting karena mengubah eksposur mata uang mana yang sedang dikelola oleh institusi.
Apa yang mengubah hasilnya?
- Pergerakan kurs dapat berbalik atau berbeda karena waktu. Dalam contoh ini, kita mengasumsikan perubahan kurs adalah satu-satunya pendorong, tetapi pada kenyataannya kurs yang relevan untuk mengonversi ke R dapat bergantung pada kapan order dieksekusi.
- Biaya tidak nol. Konversi nyata mencakup biaya transaksi, spread, dan kadang biaya tambahan. Mengabaikannya dapat secara material meremehkan atau melebihkan beban dalam mata uang lokal.
- Ketentuan kontrak dapat berbeda. Beberapa kontrak memungkinkan penyesuaian, menentukan pengaturan lindung nilai yang berbeda, atau menggunakan kurs acuan yang berbeda. Jika kontrak tidak dikutip dalam mata uang cadangan, mekanismenya akan berubah.
- Likuiditas dan kondisi pasar dapat menciptakan kendala praktis. Bahkan dengan gagasan “kurs yang sama”, kemampuan aktual untuk mengonversi jumlah yang dibutuhkan dapat bervariasi dengan kedalaman pasar dan akses operasional.
Cara memverifikasi idenya sendiri
Anda dapat memverifikasi secara independen logika contoh terbukti dengan memeriksa aritmetika menggunakan asumsi yang dinyatakan:
- Jika kurs didefinisikan sebagai 1 L = X R, maka konversinya adalah 1 R = 1/X L. - Total biaya dalam L sama dengan: (R yang diperlukan) × (1 R dalam L).
DOCUMENT END